Review Broker: Terus Bersyukur Atas Hidup

Chandra Aditya - detikHot
Rabu, 15 Jun 2022 17:53 WIB
Cuplikan adegan di Broker (2022).
Poster film Broker garapan Hirokazu Kore-eda. Dok. Ist
Jakarta -

Menonton film-film Hirokazu Kore-eda tidak pernah sesederhana adegan-adegan atau gambar yang ia tampilkan di filmnya. Keajaiban dari film-filmnya adalah bagaimana ia selalu berhasil mematahkan "penghakiman" saya terhadap karakter atau kejadian yang saya lihat di layar.

Tidak jarang pipi saya basah setelah film Kore-eda berakhir. Hal yang sama juga terjadi dengan Broker, film terbarunya yang memasang aktor-aktor terbaik Korea.

Pembukaan Broker cukup sederhana. Seorang perempuan berjalan di jalanan yang basah karena hujan kemudian menaruh bayinya ke dalam sebuah kotak bertuliskan "baby box" di gereja. Dong-soo (Gang Dong-woh) yang bekerja "freelance" di gereja segera menerima bayi itu sementara Sang-hyeon (Song Kang-ho) menginstruksikannya untuk menghapus video. Sementara itu di luar, Soo-jin (Bae Doona) melihat semua adegan ini.

Tapi si ibu tadi, So-young (Lee Ji-eun), mengubah pikirannya. Dia tidak jadi mau meninggalkan anaknya. Tapi ketika dia kembali ke tempat yang sama, bayi tersebut tidak ada. Ketika dia akhirnya bertemu dengan Sang-hyeon dan Dong-soo akhirnya dia tahu kalau mereka berdua adalah "broker".

Mereka memberikan bayi-bayi yang ditinggalkan ke tersebut ke orang-orang yang menginginkan anak. So-young menuduh mereka pelaku kriminal. Sang-hyeon pun akhirnya mengajaknya untuk ikut dalam transaksi ini. Bagaimana pun juga sebagai ibu dia berhak untuk menentukan masa depan anaknya.

Cuplikan adegan di Broker (2022).Cuplikan adegan di Broker (2022). Foto: Dok. Ist

Maka dimulailah road trip paling absurd, paling hangat dan paling emosional sepanjang hidup mereka. Diantara semua film-film Kore-eda (yang jumlahnya tidak sedikit karena sutradara yang satu ini sangat rajin berkarya), Broker mungkin bisa disebut "saudara"-nya Shoplifters, film yang membuatnya mendapatkan penghargaan tertinggi di Cannes Film Festival beberapa tahun lalu.

Dua-duanya adalah sebuah film dengan ensemble cast yang baik, bercerita tentang "chosen family" dan dua-duanya akan mencoba mencaik-cabik perasaan Anda.

Kore-eda mungkin bukan seorang pembuat film yang akan menyajikan gambar-gambar yang fenomenal atau cerita yang terlalu mind-blowing. Tapi ia selalu berhasil untuk merangkai situasi-situasi yang "kelihatannya" normal dan membuat saya untuk mempertanyakan apa yang terjadi sebenarnya.

Gambar Kore-eda tidak pernah sesederhana kelihatannya. Dan yang menarik, dia selalu memaksa penonton untuk mengkaji ulang dinamika antar karakter dan melihat mereka semua dari sudut pandang yang berbeda.

Cuplikan adegan di Broker (2022).Cuplikan adegan di Broker (2022). Foto: Dok. Ist

Dalam Broker, kita melihat sebuah visual yang sungguh menipu. Ada seorang laki-laki paruh baya dengan wajah ramah memakai kemeja pantai. Ada seorang perempuan muda yang cantik. Kemudian seorang laki-laki yang kelihatan akrab dengan si pria paruh baya.

Ditambah dengan kehadiran bayi dan seorang bocah kecil yang sangat hiperaktif, visual ini seolah-olah menerikkan bahwa ini adalah sebuah potret keluarga yang normal. Tidak ada yang "wajar" dalam film Kore-eda, termasuk di film ini. Tidak mengherankan jika polisi itu gampang tertipu.

Bagian paling menyenangkan dalam Broker menurut saya adalah bagaimana cara Kore-eda mempersembahkan film ini dengan cara yang tradisional. Seperti yang saya bilang tadi, Broker punya kemiripan dengan Shoplifters tapi Kore-eda menggunakan "wahana bermain" yang berbeda.

Dengan menggunakan format road trip, Broker terasa lebih dinamis karena seperti karakter-karakter ini kita belajar untuk mengenal mereka lebih dalam melalui obrolan. Rahasia-rahasia yang erat disimpan, sebuah penemuan baru dan twist muncul dalam obrolan sambil lalu.

Efeknya lumayan membuat shock karena bahkan informasi yang paling sensasional sekali pun disampaikan seolah-olah ini bukan apa-apa. Dan seperti halnya film-film Kore-eda yang lain, Broker menampilkan akting para aktornya yang prima. Kita sudah tidak perlu meragukan kualitas akting Song Kang-ho.

Orang ini saking berbakatnya saya tidak tahu lagi mau ngomong apa. Gang-Dong-won memiliki wajah yang sangat transparan. Im Seung-soo sebagai Hae-jin sangat membantu untuk membuat suasana menjadi lebih meriah.

Tapi memang Broker adalah milik Lee Ji-eun (IU) sepenuhnya. Ia tahu sekali bagaimana membuat hati saya tercabik. Semua adegannya bersinar. Tunggu bagaimana Anda bisa menahan air mata dalam sebuah adegan di hotel yang melibatkan lampu.

Broker adalah sebuah film yang sangat layak dan patut disaksikan di layar besar. Kore-eda seperti biasa selalu bisa membuat pertanyaan sesederhana apapun menjadi sebuah lamunan yang panjang.

Cuplikan adegan di Broker (2022).Cuplikan adegan di Broker (2022). Foto: Dok. Ist

Apakah seorang ibu yang menelantarkan anaknya demi masa depan anaknya yang lebih baik bisa disebut ibu yang bertanggung jawab? Atau ini justru merupakan sesuatu hal yang sangat perlu diapresiasi? Broker bukan sekedar film.

Ini adalah perjalanan emosional yang sangat berharga. Bawa teman, keluarga dan pasangan Anda untuk menyaksikan film ini. Dan bersiaplah untuk menyaksikan sebuah perjalanan yang tak akan Anda bisa lupakan.

Broker dapat disaksikan di seluruh jaringan CGV, Cinepolis dan lain-lain

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.



Simak Video "Keterkejutan Song Kang-ho Terpilih Jadi Aktor Terbaik di Cannes 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/ass)