Tobat Jadi Junkie, Yoyo 'Padi' Jadi Konselor Narkoba

Hot Profile

Tobat Jadi Junkie, Yoyo 'Padi' Jadi Konselor Narkoba

- detikHot
Selasa, 31 Jan 2012 21:01 WIB
Tobat Jadi Junkie, Yoyo Padi Jadi Konselor Narkoba
Jakarta - Kabar bahagia bagi drummer band Padi Yoyo. Tepat 28 Februari nanti, ia dipastikan bebas dari kewajibannya mengikuti program 'penyembuhan' di rumah rehabilitasi Kelima di daerah Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Lantas seperti apa keseharian Yoyo selama berada di sana? Berikut petikan wawancara Detikhot bersama mantan suami penyanyi Rossa itu saat ditemui di sebuah cafe di daerah Cipayung, Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/2/2012) lalu.

Apa kabar? Bagaimana perasaan Anda tanggal 28 Februari nanti masa hukuman anda berakhir?
Alhamdulillah kabar aku baik. Aku dari tanggal 15 agustus 2011 diserahkan kejaksaan ke Rumah Rehab Kelima (Kesatuan Peduli Masyarakat). Vonis pengadilan itu 1 tahun rawat rehab, dan dipotong masa tahanan 6 bulan (2 bulan di Mabes Bareskrim + 4 bulan di Rutan Salemba). Jadi sisanya aku harus direhab di Kelima ini 6 bulan. Sekarang sudah mau masuk bulan keenam. Untuk program primary di rumah rehab ini adalah 3 bulan, dan setelah itu bisa dilanjutkan dengan rawat jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalau bisa rawat jalan, kenapa masih memilih untuk tinggal di rumah rehabilitasi?
Karena aku merasa terpanggil untuk berbagi dengan sesama residen (pecandu) di sini. Aku mengajukan permohonan OJT (on job training) untuk jadi konselor di rumah rehab Kelima ini. Sebenarnya saat ini pun aku sudah bisa kembali beraktivitas, hanya saja aku sendiri yang masih ingin tetap ada di sini sambil jadi konselor.

Jika bebas beraktivitas di luar panti, apakah ada kontrol atau jaminan anda atau residen yang lain tidak menggunakan narkoba di luar?
Ada. Di sini kita diajarkan untuk bertanggung jawab. Waktu pertama sampai sekarang kita rutin melakukan UT (urine test). Itu salah satu indikator keberhasilan dari rehab kita. Jadi UT-nya itu paling lama seminggu sekali. Kalau dilihat ada gejala dia yang aneh-aneh sedikit, kita langsung dites. Kadang-kadang juga tesnya bisa diadakan secara mendadak. Alhamdulillah selama ini aku dan semuanya bersih.

Apa saja tugas anda sebagai seorang konselor?
Konselor itu membimbing residen-residen baru untuk pemulihan. Selain memberi konseling, aku juga kasih tambahan materi tentang adiksi.

Dulu anda sebagai residen dan sekarang konselor narkoba bagi para residen, bagaimana rasanya?
Banyak ya dinamika yang terjadi selama aku hampir 6 bulan di rumah rehab yang berbasis masyarakat ini. Kita berada di satu rumah dengan berbagai macam karakter, status, dan strata sosial. Jadi di situ kita dituntut bisa mempelajari masing masing karakter dan menempatkan diri bagaimana dulu saya sebagai residen dan sekarang sebagai konselor. Memang tidak mudah ya, tapi di sini kita tekankan lagi, apapun permasalahan kita kita coba untuk bisa menyelesaikan semuanya tanpa drugs.

Sebelum menjadi konselor, bagaimana ketika pertama kali datang di rumah rehabilitasi ini?
Pas datang pertama kali, saya kebetulan residen pertama di sini dengan nomor anggota 01, masih nggak ada orang. Hahaha. Jadi kegiatan setiap hari ya makan tidur makan tidur saja. Dinamika tempat rehabnya itu setelah kedatangan 4 residen lagi. Pas ada mereka baru kita mengadakan program setiap hari.

Seperti apa program-program itu setiap harinya?
Setiap pagi kita ada morning meeting untuk sharing apa saja, misalnya perasaan kita. Jadi di situ kita bisa tahu kondisi masing-masing residen seperti apa setiap harinya. Terus ditutup dengan wrap up (evaluasi harian), jadi seharian kita ngapain saja dibahas di situ. Selain pembekalan materi, di sini juga ada program job theraphy dan outing group ke luar untuk bersosialisasi dengan masyarakat.

Terus sekarang seminggu bisa tiga sampai empat kali tambahan materi tentang pengenalan dasar adiksi dan komunikasi. Dulu kita mungkin kan komunikasinya nggak benar ya, apalagi dalam pengaruh penyalahgunaan obat. Jadi di sini diajarkan lagi cara berkomunikasi yang benar. Akhir akhir ini ada juga diselipkan program NA (narcotics anonymous) tentang 12 langkah pemulihan. Jadi setiap 2 minggu sekali kita adakan NA meeting.

Salah satu langkah misalnya seperti apa?
Kita harus mengakui ketidak berdayaan kita terhadap adiksi, karena adiksi itu penyakit. Penyakit yang memang harus dipulihkan seumur hidup, jadi tidak bisa disembuhkan dan hanya bisa dipulihkan. Untuk menjaga itu antara lain, kita harus berada dalam lingkaran yang aman dan saling membantu sesama pecandu. Itu akan lebih menguatkan kita untuk pemulihan.

Adakah pengalaman berharga selama berada di rumah rehabilitasi ini?
Pengalaman yg paling berharga adalah teman-teman baru yang aku kenal selama masih di kantor polisi, di dalam tahanan hingga di rumah rehab ini. Tentunya dari mereka aku ambil pengalaman baiknya untuk belajar memperbaiki diri. Sebelumnya mungkin aku juga nggak banyak tahu kenapa pengaruh narkoba ini bisa jadi begitu dahsyat, sampai aku sendiri kemaren merasa sulit untuk berhenti.

Apakah anda menganggap tempat rehabilitasi lebih baik dibandingkan dengan hukuman penjara bagi pecandu narkoba?
Iya, jelas. Kalau negara kita ini mau konsen dengan masalah penyalahgunaan narkoba, pecandu dan pengguna itu tempatnya ya di tempat rehabilitasi. Karena hukuman penjara itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah ktergantungan mereka.

Apa saran anda bagi para pengguna maupun pecandu narkoba yang masih aktif hingga saat ini?
Aku hanya bisa menghimbau buat teman-teman yang masih aktif sebagai pengguna maupun pecandu narkoba untuk segera masuk rehab dengan kesadaran pribadi sebelum terjadi hal-hal yang lebih memperburuk keadaan kita.

(bar/nu2)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads