Keraton Yogyakarta Gelar Pameran Temporer Sri Sultan Hamengku Buwono II

Jauh Hari Wawan S - detikHot
Kamis, 29 Okt 2020 21:20 WIB
Pameran Sang Adiwira: Sri Sultan Hamengku Buwono II bisa jadi opsi alternatif isi waktu saat liburan. Di sana beragam benda terkait Sultan HB II dipamerkan.
Foto: Pius Erlangga/Detikcom
Yogyakarta -

Pandemi Corona membuat rangkaian Hajad Dalem Sekaten (miyos dan kondur gangsa) tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Keraton Yogyakarta tetap mencoba memfasilitasi edukasi budaya dengan konsep berbeda yaitu melalui pameran Sang Adiwira Sri Sultan Hamengku Buwono II.

Pameran ini diselenggarakan oleh Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Nityabudaya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai divisi yang bertanggung jawab atas museum dan arsip di Keraton Yogyakarta. Pameran temporer Adhyatmaka ini bertajuk Sang Adiwira: Sri Sultan Hamengku Buwono II.

Penghageng KHP Nityabudaya GKR Bendara menjelaskan meski telah lebih dari 20 dasawarsa, bentuk legitimasi Sultan kedua masih dapat disaksikan. Seperti bangunan benteng baluwarti, pesanggrahan Rejawinangun, Cendanasari, dan Gua Siluman, serta manuskrip pusaka yang hingga kini masih tersimpan di dalam Keraton Yogyakarta.

"Maka, kisah Sang Perwira inilah yang kemudian kami angkat menjadi tema dalam Pameran Temporer Adhyatmaka tahun ini," jelas GKR Bendara, dalam keterangannya (29/10/2020).

Pada pameran kali ini, Keraton Yogyakarta sekaligus meluncurkan nama Adhyatmaka sebagai sebutan untuk pameran temporer keraton setiap tahunnya.

"Adhyatmaka sendiri memiliki arti ilmu pengetahuan, sehingga diharapkan koleksi yang dipamerkan dalam pameran keraton dapat memberikan ilmu dan pengetahuan baru ke masyarakat," terangnya.

Sesuai tema besarnya, pameran ini banyak menghadirkan koleksi Museum Keraton Yogyakarta. Baik yang berasal dari masa Sri Sultan Hamengku Buwono II maupun benda-benda lain yang berkaitan dengan sultan kedua dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini.

Koleksi yang dipamerkan oleh Keraton Ngayogyakarta HadiningratKoleksi yang dipamerkan oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom

Adapun benda-benda tersebut antara lain busana, batik, kristal, perak, porselen, hingga berbagai dokumentasi terkait karya seni, bangunan, serta militer.

Opening ceremony atau pembukaan pameran ini digelar secara daring melalui YouTube Kraton Jogja pada Kamis, 29 Oktober 2020 pukul 09.00. Digelar di kompleks plataran kedhaton Keraton Yogyakarta ini dibuka pada Kamis, 29 Oktober 2020 dan akan berakhir pada Minggu, 31 Januari 2021.

Lebih lanjut, pameran yang digelar selama 3 bulan ini dapat dikunjungi sesuai jam buka Keraton Yogyakarta. Yaitu setiap Selasa hingga Minggu mulai pukul 08.00-14.00 WIB. Tentunya dengan berbagai protokol kesehatan yang telah disiapkan.

Adapun untuk tiket masuk pameran seharga Rp8.000,00. Untuk lebih hematnya, pengunjung dapat membeli tiket terusan seharga Rp15.000,00 untuk dapat menikmati wisata Keraton Yogyakarta sekaligus memasuki area pameran Sang Adiwira.

Tak hanya memamerkan beragam koleksi museum, dalam rangkaian pameran Sang Adiwira kali ini akan diselenggarakan juga empat webinar pada bulan November dan Desember 2020 dengan tema busana, pesanggrahan, alat makan, dan arsitektur.

Selain itu terdapat pula suvenir berupa katalog dan kalender yang juga bisa didapatkan baik secara offline di area pameran, maupun secara daring melalui website sangadiwira.alura.id.

GKR Bendara tak memungkiri jika pandemi Corona memang membatasi aktivitas sosial seluruh lapisan masyarakat. Akan tetapi, kondisi ini justru menjadi titik balik bagi seluruh sektor di masyarakat.

"Termasuk sektor pariwisata yang dituntut untuk terus berkembang mengakrabi area-area digital. Terobosan digital inilah yang akan diterapkan pada pameran temporer Adhyatmaka," tutup GKR Bendara.



Simak Video "Langgar Aturan, Ratusan APK Bajo dan Gibran-Teguh Dicopot!"
[Gambas:Video 20detik]
(aay/aay)