Penulis hingga Polisi di Jawa Tengah Raih Penghargaan di Bidang Bahasa

Angling Adhitya Purbaya - detikHot
Rabu, 21 Okt 2020 17:53 WIB
Penulis hingga Polisi di Jawa Tengah Raih Penghargaan di Bidang Bahasa
Foto: Angling Adhitya Purbaya/ detikcom
Semarang -

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar penganugerahan Prasidatama 2020. Penerima penghargaan dari berbagai kalangan mulai dari perorangan sampai instansi.

Penganugerahan Prasidatama 2020 merupakan penghargaan yang dimaksudkan untuk meningkatkan mutu kebahasaan dan kesastraan serta pemakaian dan apresiasinya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Harimasyah mengatakan penganugrahan Prasidatama ini merupakan yang kedelapan sejak tahun 2013.

"Tujuannya untuk memberikan penghargaan kepada lembaga atau instansi dan perorangan yang berkomitmen mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia," kata Ganjar di lokasi penganugerahan, Hotel Patra Semarang, Rabu (21/10/2020).

Pemberian penghargaan kali ini memang ada yang baru salah satunya kepada instansi kepolisian. Dari 35 Kepolisian Resor, ada 21 yang mengikuti dan menurutnya Kapolda Jateng menyambut baik hal itu.

"Iya, untuk kepolisian ini juga pertama kalinya. Ini praktik baik di antara Polres dalam penggunaan bahasa atau pengutamaan bahasa negara baik di administrasi, spanduk, dan penggunaan bahasa di publik," jelasnya.

Untuk diketahui, kategori kepolisian resor yaitu Kepolisian Resor Kebumen, Kepolisian Resor Wonosobo, dan Kepolisian Resor Sukoharjo. Dari tiga kandidat, Polres Wonosobo menjadi yang terpilih menerima penghargaan.

Penulis hingga Polisi di Jawa Tengah Raih Penghargaan di Bidang BahasaPenulis hingga Polisi di Jawa Tengah Raih Penghargaan di Bidang Bahasa Foto: Angling Adhitya Purbaya/ detikcom

"Memang itu diperhatikan. Salah satunya penulisan nama jalan di baliho atau spanduk pakainya 'Jalan' bukan 'JL'," kata Kapolres Wonosobo AKBP Fannky Sugiharto.

"Kita bangga menggunaman bahasa Indonesia, intinya kita menggunakan bahasa yang benar baik dalam keseharian sampai di surat menyurat. Kita penilaiannya tidak tahu, ternyata sudah lama," imbuh Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo.

Salah satu juri, Sutarsih mengatakan instrumen penilaian di kategori Polres yaitu nama lembaga, sarana umum, ruang pertemuan, produk barang/jasa, nama jabatan, penunjuk arah/rambu, dan kain rentang atau informasi.

"Komponen penilaian meliputi kaidah kebahasaan, fisik kebahasaan, dan tipografi kebahasaan. Komponen untuk menilai naskah dinas adalah ejaan, bentuk dan pilihan kata," jelas Sutarsih.

Sementara itu untuk kategori lainnya yaitu kategori perguruan tinggi adalah Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Pekalongan, dan Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. Yang dimenangkan oleh Universitas Pekalongan.

Kategori pengguna bahasa Indonesia terbaik di rumah sakit adalah RSUD Kardinah Tegal, RSUD Prof. Dr. Margono Kabupaten Banyumas, dan RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang. Dimenangkan oleh RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro.

Nomine yang terpilih kategori antologi puisi, yaitu Kota yang Mukim di Kamar-Kamar karya Setia Naka A., Tembang Tengah Malam karya Sus S. Hardjono, dan Sepasang Amandava karya Achiar M. Permana. Dan pemenangnya yaitu Achiar M. Permana.

Kategori antologi cerpen, yaitu Ustad Salim karya Budi Maryono, Veronika Punya 4 Ayah 4 Ibu karya Gatot Prakosa, Lelaki Tua dalam Tiga Peristiwa karya S.N. Ratmana. Pemenangnya yaitu S.N. Ratmana.

Kategori novel, yaitu Dendam karya Gunawan Budi Susanto, Bau karya Gunoto Saparie, dan Gandayoni karya Saroni Asikin. Pemenangnya yaitu Saroni Asikin.



Simak Video "Langgar Aturan, Ratusan APK Bajo dan Gibran-Teguh Dicopot!"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/tia)