Selama itulah, pasangan ini hanya merenovasi sedikit bagian rumah. Terutama pada bagian lantai dan cat dinding. Bentuk bangunan sendiri masih asli seperti saat dibeli pertama kali.
"Pas beli, bentuknya memang sudah begini. Enggak banyak direnovasi. Paling lantai teras depan sama belakang diganti," kata Rio, Senin (23/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara di bagian dalam rumah mayoritas menggunakan parquet (parket). Semacam bahan vynil yang mengesankan lantai terbuat dari kayu. Hal ini disebabkan karena Rio enggan membongkar ulang.
"Kalau dibongkar, ubin dicongkelin itu kan nanti pasti debu dimana-mana. Sedangkan saya punya dua anak kecil. Daripada ribet mending pakai lantai parket," ujarnya.
Penggunaan lantai parket memang fleksibel dan mudah. Tidak perlu membuka ubin yang sudah terpasang karena hanya tinggal ditempel dengan lapisan busa.
"Pasangnya juga cepat. Sekitar tiga jam-lah. Praktis dan simpel, enggak makan banyak biaya. Ubin yang asli juga masih ada. Jadi, benar-benar enggak dibongkar sama sekali," kata Rio.

(fip/utw)











































