Setelah melayat dari Cendana, Mayang kembali ke rumahnya di Jl. Simprug 15 No. 36, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2008) sekitar pukul 23.30 WIB. Ia masih naik mobil Toyota Alphard yang juga membawanya ke rumahnya di Jl. Tanjung sebelum bertakziah ke mertuanya.
Hingga Senin (28/1/2008) sore, Mayang tampaknya terus berada di rumah. Menurut seorang pemilik warung yang berada di dekat rumah Mayang, dari rumah mewah tersebut tak terlihat satupun mobil keluar sejak pagi.
"Saya buka warung dari jam 5, nggak ada mobil keluar," katanya.
Mayang sepertinya shock pasca peristiwa pengusiran yang dialaminya. Ia memilih berdiam diri di rumah, menyaksikan pemakaman Pak Harto dari televisi.
Rumah Mayang yang tampak sepi itu hanya dijaga oleh dua orang petugas keamanan. Bendera setengah tiang tampak berkibar di halaman rumah. (eny/eny)











































