Pengacara Betrand Peto Pastikan Gak Ada Penjebakan di Dugaan Penganiayaan

Pengacara Betrand Peto Pastikan Gak Ada Penjebakan di Dugaan Penganiayaan

Pingkan Anggraini - detikHot
Rabu, 23 Sep 2026 10:05 WIB
Betrand Peto keluar dari Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda Metro Jaya, Senin (21/9/2026).
Betrand Peto saat ditemui di Polda Metro Jaya. Foto: Pingkan Anggraini/detikcom
Jakarta -

Penyanyi Betrand Peto sudah mendatangi Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Metro Jaya. Dalam kesempatan itu, penyanyi yang akrab disapa Onyo tersebut menjadi saksi dalam dugaan penganiayaan dua pekan lalu di salah satu kelab malam.

Pengacara Betrand Peto, Timoty Ezra Simanjuntak, memastikan tidak ada penjebakan atau yang dijebak dalam kasus ini.

"Jadi, saya mau luruskan ya. Tidak ada menjebak atau dijebak dalam kasus ini. Semua teman-teman Onyo itu baik-baik," ungkap Timoty Ezra Simanjuntak di Polda Metro Jaya, kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Kami ingin meluruskan, karena banyak statement ini jebakan atau dijebak. Tidak ada ya, itu sama sekali tidak ada," sambung Timoty Ezra Simanjuntak.

Betrand Peto yang hadir kemarin juga meminta doa agar permasalahannya cepat selesai. Agar ia bisa kembali berkegiatan dengan nyaman.

"Pokoknya doakan saja ya, mudah-mudahan semuanya cepat selesai dan berakhir dengan baik," papar Betrand Peto.

Pemeriksaan ini merupakan laporan Bebby Hatami yang dibuat untuk perempuan berinisial DYP yang teregister dengan nomor LP/B/6852/IX/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA.

Laporan itu terkait dugaan penganiayaan yang terjadi pada 14 September 2026.

Sebelumnya dua perempuan berinisial ANW dan DYP melaporkan Betrand Peto dan temannya dengan laporan yang berbeda di Polda Metro Jaya.

ANW melaporkan Betrand atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual, kemudian DYP melaporkan Bebby Hatami atas dugaan penganiayaan.

DYP mengaku mengalami kekerasan fisik saat terjadi perselisihan antarkelompok.



(wes/mau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads