Korban dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) berinisial ANW yang melaporkan Betrand Peto ke Polda Metro Jaya mengaku mengalami teror dan perundungan. Pengacara singgung akun-akun diduga influencer.
Kuasa hukum ANW, Thulus Pardosi, membeberkan bentuk intimidasi yang dialami kliennya. Intimidasi itu bukan sekadar komentar miring dari warganet, melainkan mengarah pada tindakan pembongkaran data pribadi (doxing).
"Terornya yang pertama me-spill tempat kerjanya, membuka tempat kerja, identitas tempat tinggalnya, ya. Kemudian ancaman langsung ke direct message, penghinaan begitu mengatakan sebagai perempuan tidak benar, dan lain-lain," kata Thulus Pardosi di LPSK, Jakarta Timur, Kamis (17/9/2026).
Pihaknya menemukan indikasi adanya penggiringan opini diduga oleh influencer. Mereka diduga memancing publik menyingkap identitas pribadi ANW.
"Ada juga dugaan akun-akun bahkan bisa kita kategorikan influencer, ya, yang mengarahkan masyarakat untuk mencari identitas pribadinya. Memang tidak secara langsung menyebutkan ABCD, tapi dia menggiring seolah-olah misalnya kosnya di sini, begini, begini," beber Thulus Pardosi.
Melihat tekanan yang dihadapi ANW, kuasa hukum meminta masyarakat agar tidak melakukan tindakan perundungan dan penghakiman sepihak terhadap korban.
"Jangan biarkan ada korban, perempuan dalam hal ini kelompok rentan, menjadi korban dua kali. Dia telah menjadi korban atas peristiwa yang tidak dia inginkan, kemudian dia di-blaming lagi atas apa yang masyarakat tidak terima," ucapnya.
Terkait potensi pelaporan balik mengenai dugaan pelanggaran UU ITE dan tindakan doxing, kuasa hukum ANW masih melakukan kajian.
"Fokus utama kami hari ini adalah melindungi hak-hak korban, kemudian proses hukum harus terus berjalan sehingga klien kami dapat mendapatkan kepastian hukum dan keadilan dalam hukum," pungkasnya.
Bukti-bukti rekaman teror tersebut kini telah diserahkan ke LPSK sebagai dasar pertimbangan pemberian perlindungan kepada ANW. Di sisi lain, pihak Betrand Peto telah membantah tegas seluruh laporan dugaan kekerasan seksual tersebut dan menyatakan siap mengikuti prosedur hukum yang berlaku guna meluruskan fakta di lapangan.
Simak Video "Video: Betrand Peto Dilaporkan Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kata Ruben Onsu"
(ahs/pus)