Rieke Diah Pitaloka Akui Akting Jadi Oasis Saat Sibuk di DPR

Rieke Diah Pitaloka Akui Akting Jadi Oasis Saat Sibuk di DPR

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Kamis, 06 Agu 2026 08:38 WIB
rieke diah pitaloka
Rieke Diah Pitaloka Akui Akting Jadi Oasis Saat Sibuk di DPR. (Foto: Febryantino Nur Pratama)
Jakarta -

Rieke Diah Pitaloka kembali menunjukkan kemampuannya di dunia seni peran lewat film Seni Merayu Tuhan. Dalam film tersebut, ia memerankan Bu Halimah, ibu dari karakter Hikmah. Di tengah kesibukannya sebagai anggota DPR RI, Rieke mengaku akting menjadi ruang untuk sejenak melepaskan diri dari rutinitas pekerjaannya.

Rieke mengatakan tetap menjalani proses casting meski sudah dikenal sebagai aktris senior. Baginya, setiap peran harus melalui proses yang profesional.

"Ya, total. Ketika kita membaca naskah dan kita sudah komit lewat casting, saya casting juga sama, sekitar tiga kali sama dengan Ari begitu. Benar-benar mereka extraordinary dan saya di setiap peran selalu saya minta casting. Saya nggak mau orang asal tunjuk begitu. Casting, barangkali sayanya merasa cocok dengan naskah dan semuanya, tapi mungkin kru dan terutama sutradara merasa nggak pas, itu saya nggak apa-apa. Yang penting ada proses itu," kata Rieke Diah Pitaloka dalam press screening Seni Merayu Tuhan di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan saat berada di lokasi syuting, ia berusaha meninggalkan seluruh atribut sebagai anggota DPR agar bisa fokus mendalami karakter.

"Yang kedua adalah ketika memerankan suatu karakter, ya kita harus melepaskan semua atribut kita. Jadilah karakter yang ada di dalam peran itu tanpa mengingat status kita apa, atau ada problem apa di rumah," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Rieke pun menjelaskan alasan masih menerima tawaran bermain film di tengah padatnya aktivitas politik. Menurutnya, dunia akting menjadi tempat untuk menenangkan diri.

"Jadi kalau akhirnya buat saya kenapa tadi dikatakan 'kok syuting lagi?', itulah momen oasis bagi saya. Oasis untuk jeda sejenak melepaskan semuanya, semua pekerjaan yang hiruk-pikuk begitu di profesi saya sekarang. Saya menemukan dunia akting adalah jalan pulang selalu buat saya untuk lebih tenang," ujarnya.

Meski memiliki jadwal yang padat sebagai wakil rakyat, Rieke memastikan proses syuting tidak mengganggu tugasnya. Ia memanfaatkan masa reses untuk menjalani produksi film tersebut.

"Tadi saya katakan cuma tiga hari syuting, dan itu saya ambil cuti reses. Dan satu masa reses itu, jadi setelah turun reses itu tidak langsung ke konstituen, tapi saya ketemu masyarakat, ada jeda, dan itu pun di sela-sela reses saya syuting sekitar tiga hari," bebernya.

Selain syuting, Rieke juga menyempatkan diri melakukan pendalaman karakter bersama para pemain dan tim produksi.

"Tapi memang sebelumnya di dalam naskah itu ada pertemuan. Saya nggak bisa mereka datang ke rumah untuk sekadar kita discuss, untuk ada kedekatan emosional. Ari datang ke rumah saya, Kiki, semua kita. Menurut saya ini suatu proses penting di dalam pendalaman karakter begitu. Jadi alhamdulillah karena ini syutingnya tidak lama begitu, jadi saya bisa menjalani semua proses dengan cukup baik, alhamdulillah," katanya.

Dalam film tersebut, Rieke memerankan Halimah, seorang ibu tunggal yang berjuang membesarkan anak laki-lakinya seorang diri. Karakter itu, menurutnya, sangat dekat dengan realitas banyak perempuan Indonesia.

"Halimah adalah seorang janda yang tidak malu menjadi seorang janda dan bekerja keras untuk membesarkan anak laki-lakinya dengan sekuat tenaga. Suaminya meninggal. Dan menurut saya ini relevan dengan banyak perempuan PEKKA, Perempuan Kepala Keluarga. Bagaimana membesarkan anak itu tidak mudah. Tapi setelah anak besar, kemudian 'kok mereka ninggalin gue ya? Gue nih ngidupin lu susah gitu ya, nggak gampang'," bebernya.

Lewat karakter Halimah, Rieke mengaku mendapat pelajaran sebagai seorang ibu untuk belajar merelakan ketika anak mulai memiliki kehidupannya sendiri.

"Dan akhirnya kalau anak kayak gitu kita jadi sering marah, emosi. Tapi karena saya belajar dari Halimah, saya melihat bahwa oh ini sesuatu yang normal dalam fase kehidupan sesama manusia, seorang ibu. Meskipun memiliki pasangan, tetap saja ada kerinduan ketika anak beranjak dewasa begitu dan mereka punya dunia sendiri," ujarnya.

Rieke pun mengajak masyarakat menyaksikan Seni Merayu Tuhan. Menurutnya, film tersebut bukan hanya ditujukan bagi anak-anak yang sedang mencari jalan hidup, tetapi juga untuk para orang tua, khususnya para ibu yang berjuang membesarkan anak.

"Pokoknya harus nonton. Bukan hanya untuk anak-anak yang dari remaja meninggalkan orang tua, meninggalkan rumah, cari dunianya sendiri. Tapi terutama untuk perempuan-perempuan yang sedang dan selalu berjuang membesarkan anak-anak dengan cara yang luar biasa. Kalian semua istimewa, kalian semua luar biasa. Jangan bersedih, anak tidak meninggalkan kita. Nasihat buat diri sendiri sebenarnya. Anak tidak meninggalkan kita, tapi ini adalah suatu proses di mana yang belajar bukan hanya anak, tapi orang tua juga harus belajar merelakan," pungkasnya.



(fbr/mau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads