Kondisi dan Alasan Tantri Syalindri Speak Up Dugaan Penipuan oleh Teman

Kondisi dan Alasan Tantri Syalindri Speak Up Dugaan Penipuan oleh Teman

Desi Puspasari - detikHot
Selasa, 30 Jun 2026 05:10 WIB
Tantri Kotak
Tantri soal kondisi dan alasan speak up soal dugaan penipuan. Foto: Instagram/@tantrisyalindri
Jakarta -

Tantri Syalindri memberikan penjelasan secara langsung soal dugaan penipuan yang dilakukan oleh teman. Tantri dan beberapa orang yang berteman sesama ibu-ibu di sekolah menjadi korban hingga total kerugian mencapai sekitar Rp10 miliar.

Saat memberikan penjelasan di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, kemarin, Tantri mengutarakan beberapa hal. Berikut rangkuman penjelasan Tantri soal dugaan penipuan yang dialaminya:

1. Alasan Speak Up di Medsos

Tantri buka suar asoal masalah ini di media sosial pribadinya. Vokalis band Kotak itu juga memperlihatkan wajah serta nama terduga pelaku penipuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Misalkan aku tidak ceritakan, kemungkinan besar akan makin banyak banget korban-korban selanjutnya. Terus di sini juga ternyata korban-korban yang memang orang-orang yang dirugikan sama kasus ini tuh banyak banget, dan salah satunya memang teman-teman kita sendiri," kata Tantri.

ADVERTISEMENT

Bahkan ada salah satu teman Tantri yang juga korban sudah mengeluarkan uang cukup besar. Salah satu tujuan teman Tantri ikut investasi oleh terduga pelaku untuk bisa menambah cuan demi pengobatan kanker.

"Jadi kalau misalkan aku nggak speak up, nggak melakukan apa ya... posting-an, nggak... membeberin posting-an itu dan kasih lihat muka si orang tersebut itu, kayaknya... khawatirnya malah jadi..., ya kita lagi nyarilah, intinya gitu," tegas Tantri.

2. Percaya Nggak Percaya

Menghadapi masalah dugaan penipuan di mana terduga pelaku adalah teman sendiri, membuat Tantri galau. Sampai sekarang dia masih percaya nggak percaya dikhianati oleh teman sendiri.

"Aku, aku ya aku tuh bingunglah intinya. Sekarang sudah delapan kali dua puluh empat jam kan. Kemarin aku masih mencari-cari, gimana aku ngomongnya, karena satu, orang yang merugikan ini juga salah satu temanku. Ini benar nggak sih? Ini benar nggak sih?" aku istri Arda itu.

"Masih pertanyaan itu sampai detik ini masih kayak gitu. Ini benar nggak sih? Eh... orang ini benar nggak sih nipu? Orang ini ke mana? Segala macam. Tapi ya sekarang kita bulat, dengan teman-teman yang korban yang lain, kita harus berani speak up," sambungnya.

3. Modus Terduga Pelaku

Pertemanan Tantri dengan terduga pelaku penipuan bukan terjalin dalam waktu sebentar. Tantri sudah berteman sejak anak mereka masih TK.

"2025 kita tahu dia kerja. Dia punya posisi yang oke banget di pekerjaannya, sebagai sales. Sebagai sales dan dia menjual, dia menawarkan sebuah produk, 'Eh lo mau beli nggak produk gue?', gitu. 'Gue butuh bantuan'. Awalnya, 'Gue butuh bantuan, eh invest deh gitu, biar gue tuh stabil di posisi pekerjaannya'. Karena memang kita basic-nya teman dan ngelihat yang gimana-gimana dan kita tahu banget gitu," beber Tantri.

Tantri dan teman-teman korban lainnya melihat terduga pelaku sebagai seorang ibu dan single mother. Hubungan dan komunikasi terduga pelaku dengan Tantri dan teman-teman semuanya baik-baik.

"Lama ya prosesnya ya? Bertahap sampai-sampai kita tuh akhirnya, 'Oh ya benar, benar kok ini', gitu. Investasi ini tuh benar, gitu," ungkapnya.

"Dia jago banget psikologis, eh jago banget menata psikologis semua teman-temannya gitu, dan jago banget mengecap, meyakinkan semua teman-temannya kalau dia tuh adalah orang-orang yang butuh dibantu dan dia pengin ngebantu gitu (dalam) tanda kutip karena temenku yang satunya lagi yang terkena itu adalah orang yang memang butuh bantuan biaya pengobatan untuk kanker. Jadi ya... itu sih yang bikin kita akhirnya trust (percaya)," lanjut Tantri.

4. Terduga Pelaku Tiba-tiba Hilang

Tidak ada kecurigaan oleh Tantri juga korban lainnya terhadap terduga pelaku. Terduga pelaku berhasil meyakinkan korban-korbannya.

Namun, setelah pengiriman uang yang terakhir, terduga pelaku tiba-tiba menghilang hingga sekarang. Terhitung sudah lebih dari 8 hari terduga pelaku menghilang.

"Aku masih kayak, 'Nggak, mungkin dia liburan'. Mungkin dia... masih... masih husnuzan (berbaik sangka) aja, masih yang mikir, 'Nggak, nggak, enggak'. Tapi kok satu kali 24 jam nggak ada kabar sama sekali, 2 kali 24 jam nggak ada kabar sama sekali. Instagram semua dihapus, eh social media dan lain-lain. Terus didatangi ke rumah dia, ternyata itu adalah rumah orang tuanya dan orang tuanya juga sampai angkat tangan, 'Terserah deh',
gitu," beber Tantri.

5. Kecewa Dikhianati Teman

Tantri mengatakan rasa kecewanya terasa dalam bukan karena nominal, tapi lebih kepada status pertemanan mereka yang sudah terjalin lama.

"Aku bukan ngomongin masalah... aku kecewa kondisi ini, eh nominalnya hilang, tapi lebih benar-benar yang bikin aku kecewa banget kok tega sih? Gitu doang. Menyalahartikan sebuah kepercayaan dalam sebuah pertemanan tuh buat aku tuh kayak yang... wow, kok tega banget gitu. Itu yang bikin aku sampai detik ini kayak masih nggak jejak kaki, nggak yang..., 'Lo tuh lagi dikhianatin kan?'" ungkapnya.

6. Rencana Lapor Polisi

Tantri dan korban dugaan penipuan belum membuat laporan ke polisi. Tantri juga nggak bisa bergerak sendiri dan harus melihat korban lainnya.

"Aku nggak bisa gerak sendiri karena ini kan menyangkut banyak orang juga. So far memang akan ada langkah ke sana. Kita juga lagi diskusi sama kuasa hukum dan lain-lain. Jadi ya mohon doanya banget buat... buat semua yang nonton. Kan banyak yang bilang, 'Ih kenapa harus investasi?'. Kalau misalkan boleh ditanya kenapa, gue harus ketemu sama dia," tutur Tantri.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting. Jangan sampai tidak pakai logika untuk membuat keputusan.

7. Tabungan

Tantri menjawab soal kabar uang yang ditilap terduga pelaku adalah tabungan masa depannya.

"Ya itulah namanya kita kan kalau ada... kalau ada... aku kerja gitu. Gimana caranya berhemat sehemat mungkin untuk melakukan. Aku kerja sama suamiku dua-duanya di industri musik gitu, di mana kita nggak ada uang pensiun kan. Jadi pas lagi kerja saat ini, lagi produktif, ya sebisa mungkin disimpan uangnya untuk berbagai macam investasi," kata Tantri.

"Ya... salah satunya ya ini yang memang ada uang, ada uang lebih yang memang sekiranya bisa kita putar," sambungnya.

8. Pintu Maaf

Tantri mengatakan nggak menutup pintu maaf. Akan tetapi, bila terduga muncul tetap harus ada yang dipertanggungjawabkan.

"Kalau secara manusia ya, aku mencoba untuk memaafkan, pasti iya. Tapi kan tetap harus ada yang tanggung, dipertanggungjawabkan. Segala sesuatu, segala sesuatu yang dia lakukan pasti ada konsekuensinya gitu. Kalau secara manusia mah... ya... mungkin gampang ya berucap maaf gitu. Tapi ya... bentuk rasa tanggung jawabnya yang... saya kita butuhkan gitu kan," tegas Tantri.



(pus/aay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads