Tantri Kotak Trauma, Merasa Bersalah Setelah Ditipu Teman Sendiri

Tantri Kotak Trauma, Merasa Bersalah Setelah Ditipu Teman Sendiri

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Minggu, 28 Jun 2026 22:00 WIB
Tantri Kotak
Tantri alami dampak psikologis karena ditipu teman sendiri. Foto: Instagram/@tantrisyalindri
Jakarta -

Vokalis band Kotak, Tantri Syalindri, menghadapi masa sulit setelah menjadi korban dugaan penipuan oleh teman dekat. Tak hanya merugi secara materiil, istri Arda Naff ini mengalami dampak psikologis.

Kekecewaan mendalam dirasakan Tantri karena pelaku merupakan sosok yang sudah dipercayainya selama bertahun-tahun dalam lingkaran komunitas ibu-ibu di sekolah anak. Ia sangat terpukul dengan suara yang terdengar bindeng akibat kondisi fisik yang menurun pasca kejadian tersebut.

"Ya pastilah gitu. Pasti kan kita kayak psikologis kita pasti keganggu. Psikologis yang tadi saya bilang, 'Ini benar nggak? Ini benar nggak?'. Sampai detik ini pun saya masih kayak..., bukan denial ya, tapi lebih ke masih nggak percaya gitu. Eh... kok bisa sih dia sampai setega itu?" kata Tantri Kotak saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arda Naff mengibaratkan luka dirasakan oleh istrinya karena kasus ini jauh lebih besar daripada sekadar angka di saldo rekening. Ia menyoroti bagaimana penipuan yang dilakukan oleh orang terdekat telah merusak rasa aman dan kepercayaan yang selama ini dijaga oleh Tantri terhadap lingkungannya.

ADVERTISEMENT

"Dampaknya kan kadang kerugian itu gak cuman materiil ya, yang tidak terekspos adalah dampak dari korban-korbannya itu. Kepercayaan, setelah itu ada rasa, bahkan dia aja ngerasa bahwa, 'Aku ngerasa bersalah lho'. Tantri tuh juga mengalami kerugian secara psikislah. Dia murung," terang Arda Naff.

Meski memiliki latar belakang pendidikan psikologi, Arda mengakui logika dan kewaspadaannya sempat goyah akibat kelihaian pelaku dalam memanipulasi emosi. Ia menyaksikan sendiri bagaimana Tantri terus merenung dan mempertanyakan motif di balik pengkhianatan yang dilakukan oleh sahabat yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri.

"Ini benar-benar yang bikin aku kecewa banget, kok tega sih? Gitu doang. Menyalahartikan sebuah kepercayaan dalam sebuah pertemanan tuh buat aku tuh kayak yang wow, kok tega banget gitu," ujar Tantri.

Arda menambahkan saat ini berusaha memberikan ruang bagi Tantri untuk memulihkan kondisi mentalnya sebelum melangkah lebih jauh ke ranah hukum.

"Kita pasangan itu, kalau pasangan saling menyalahkan, 'Ini salahmu, ini salahku', berhenti, kita putus. Saya mengizinkan kami marah, kami mengizinkan diri," pungkas Arda.




(ahs/pus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads