Nama Devi Permatasari tentu sudah tidak asing lagi bagi pecinta sinetron Tanah Air. Memulai karier sejak era 90-an, aktris yang satu ini masih tetap eksis dan terlihat bugar meski kini sudah menginjak usia kepala lima. Apa sih rahasianya?
Devi mengungkapkan kini lebih selektif dalam mengambil pekerjaan. Ia mengaku tidak lagi mengejar kuantitas, melainkan kualitas. Menurutnya, dengan bertambahnya usia, ia harus pandai mengatur energi agar tetap bisa menyeimbangkan karier akting dengan bisnis katering yang sedang ia geluti.
"Kalau dulu bisa ambil banyak proyek, sekarang untuk sinetron saya pilih satu judul saja. Selesai stripping, istirahat dulu. Kebetulan saya ada bisnis katering, jadi harus bisa nyeimbangin supaya tidak keteteran", ujar Devi saat ditemui di kawasan Studio TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait wajahnya yang tetap terlihat awet muda, Devi mengaku tidak pernah melakukan perawatan yang aneh-aneh. Ia justru sangat disiplin dalam menjaga pola makan dan gaya hidup sehat.
"Saya intermittent fasting, terakhir makan jam 6 atau 7 malam. Saya juga tidak pernah makan karbohidrat sebelum masukin protein dulu. Perbanyak sayur, protein, yoghurt, dan probiotik", ungkapnya membagikan tips.
Tidak hanya itu, Devi juga sangat teliti dalam memilih produk perawatan kulit dan suplemen. Ia menegaskan, tidak mudah termakan iklan dan selalu mempelajari kandungan produk yang akan dipakai atau konsumsi.
Untuk menjaga kebugaran, Devi rutin melakukan olahraga padel bersama sang suami sebanyak dua kali dalam seminggu.
Di sisi lain, Devi juga bercerita mengenai perubahan industri hiburan yang menurutnya kini serba instan. Sebagai aktris senior yang memulai proses dari bawah, ia mengaku tetap menikmati perannya meski harus beradaptasi dengan ritme syuting yang jauh lebih cepat dibandingkan zaman dulu.
Saat disinggung mengenai banyaknya pendatang baru yang seringkali bersikap kurang sopan di lokasi syuting, Devi memilih untuk tidak ambil pusing. Ia lebih memilih untuk tetap cuek dan fokus pada pekerjaannya sebagai bentuk tanggung jawab atau amanah.
"Kalau saya tipe orang yang ambil pusing, mungkin saya tidak akan bertahan lama di industri ini. Saya jalani saja dengan passion", tutupnya.
(wes/aay)











































