Erin Sebut ART Nekat Rekam Area Privasi sampai Diunggah ke Facebook

Erin Sebut ART Nekat Rekam Area Privasi sampai Diunggah ke Facebook

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Selasa, 05 Mei 2026 22:02 WIB
Gaya Erin Taulany.
Erin, mantan istri Andre Taulany dalam media sosial miliknya. Foto: Instagram/@erintaulany
Jakarta -

Perseteruan Rien Wartia Trigina alias Erin dengan mantan asisten rumah tangganya (ART), Hera, memasuki babak baru. Selain membantah tuduhan penganiayaan, mantan istri Andre Taulany itu mengungkapkan, ART tersebut telah melakukan pelanggaran privasi dengan merekam area privasi di dalam kediamannya secara diam-diam.

Erin menjelaskan, tindakan ART tersebut dianggap sangat membahayakan keamanan keluarga karena menyebarkan detail isi rumah ke media sosial pribadi. Mulai dari area ruang tamu, kolam renang, hingga aktivitas anak-anak direkam tanpa seizin pemilik rumah.

"Jadi yang paling krusial adalah dia melakukan konten ke media sosial si ART itu, milik pribadinya dia sendiri tentang isi rumah. Jadi, privasi isi rumah saya dan anak-anak tuh divideo-videoin, kegiatannya anak-anak, terus mobil saya, rumah saya seisi rumah, dari tampak depan, belakang," kata Erin dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Pelanggaran privasi tersebut dinilai semakin fatal lantaran, ART itu juga merekam kendaraan pribadi milik Erin dengan memperlihatkan pelat nomor secara jelas. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar akan adanya potensi tindakan kriminal dari pihak luar yang melihat unggahan tersebut.

"Kami juga memiliki videonya bahwa dia meng-upload pelat nomornya semua terlihat jelas. Ini video-videonya dia ada mobil di rumah, dia fotoin, videoin, terus seisi rumah, ini isi rumah, lagi swimming pool segala macam," beber Erin.

Kuasa hukum Erin, Sunan Kalijaga, menegaskan apa yang dilakukan oleh ART tersebut bukan sekadar masalah etika kerja, melainkan ancaman keamanan. Pihaknya merujuk pada banyaknya kasus perampokan yang terjadi akibat bocornya detail dan akses rumah melalui konten di media sosial.

"Banyak kejadian adanya maling, adanya rampok itu akibat dari mana? Dari sosial media yang memperlihatkan, mempertontonkan isi rumah, ada apa saja, kamar di mana, pintu di mana masuknya? Ini kan bahaya. Menurut kami itu sangat membahayakan, bisa membahayakan secara nanti ke depan mungkin ada tindakan-tindakan kriminal," tegas Sunan Kalijaga.

Tindakan ART itu ternyata juga berdampak buruk pada kondisi psikologis anak-anak Erin. Salah satu anaknya mengaku, sangat merasa terganggu setelah mengetahui aktivitas pribadinya di dalam rumah dijadikan konten Facebook tanpa persetujuan.

"Anak saya sangat marah kalau 'Mama, aku kenapa sih itu aku dimasukin ke Facebook-nya si ART itu ya'. Jadi maksudnya dia sangat terganggu, apalagi kamarnya divideo-videoin," pungkas Erin.

Kasus ini bermula dari, laporan seorang ART bernama Hera yang mengaku menjadi korban penganiayaan berupa pukulan gagang sapu lidi dan tendangan oleh Erin di kediamannya kawasan Bintaro.

Pihak penyalur ART juga menuding Erin menahan gaji, KTP, serta merusak telepon genggam milik pekerja. Erin secara resmi membantah seluruh tuduhan tersebut dan mengklaim teguran keras yang diberikan kepada ART didasari oleh pelanggaran privasi keluarga.

Saat ini, Erin melalui kuasa hukumnya telah melaporkan balik pihak ART dan penyalurnya atas dugaan fitnah serta pencemaran nama baik.




(ahs/wes)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads