8 Hasil Penyelidikan Polisi Terkait Meninggalnya Lula Lahfah

8 Hasil Penyelidikan Polisi Terkait Meninggalnya Lula Lahfah

Desi Puspasari - detikHot
Sabtu, 31 Jan 2026 05:15 WIB
8 Hasil Penyelidikan Polisi Terkait Meninggalnya Lula Lahfah
Lula Lahfah dalam kenangan. Foto: dok Instagram lulalahfah
Jakarta -

Polres Jakarta Selatan menggelar jumpa pers terkait hasil penyelidikan meninggalnya selebgram Lula Lahfah. Polisi nyatakan penyeledikan selesai.

Polisi dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026), memberkan mulai dari CCTV yang merekam kegiatan Lula Lahfah sebelum meninggal hingga barang bukti yang turut diselidiki, termasuk tabung Whip Pink yang ditemukan di apartemen Lula Lahfah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut 8 hasil penyeledikannya yang dirangkum detikcom:

1.⁠ ⁠Tidak Ada Kekerasan dan Unsur Pidana

Polisi memastikan tidak ada tindak penganiayaan atau upaya melawan hukum yang menyebabkan selebgram Lula Lahfah meninggal dunia. Pernyataan itu diperkuat oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah.

ADVERTISEMENT

"Keterangan dari RS Fatmawati bahwa kondisi Saudari LL ini meninggal dunia dengan kehabisan napas. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan," kata AKBP Iskandarsyah.

Orang tua Lula juga tak mau ada autopsi. Selain itu, polisi juga menyatakan kasus ini selesai karena tidak ada unsur pidana di dalamnya.

"Sudah cukup bahwa tidak ditemukan ada peristiwa pidana dan kita harus melaksanakan penghentian penyelidikan di sini terkait penemuan jenazah dari Saudari LL," kata AKBP Iskandarsyah.

2.⁠ ⁠Rekaman CCTV, Lula Lahfah Sempat ke Kafe dan Berobat ke RS

Pada kesempatan yang sama, polisi juga menunjukkan rekaman CCTV yang menunjukkan kondisi Lula Lahfah sebelum meninggal.

Berdasarkan rekaman CCTV yang dikumpulkan penyidik, diketahui sehari sebelum kejadian, Lula Lahfah mengunjungi sebuah kafe di kawasan Gunawarman bersama rekan, VA. Dalam rekaman tersebut, tidak tampak kejanggalan pada pergerakan Lula Lahfah.

Setelah dari kafe, selebgram berusia 26 tahun itu sempat berobat ke sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan. Setelah dari rumah sakit, Lula baru kembali ke apartemen.

Pada keesokan harinya, asisten rumah tangga merasa curiga karena Lula Lahfah tak kunjung keluar kamar untuk berolahraga pagi.

3.⁠ ⁠Detik-detik Lula Lahfah Ditemukan Meninggal di Kamar

Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di kamar dalam unit apartemennya di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (23/1/2026). Asisten rumah tangga merasa curiga karena Lula Lahfah tak kunjung keluar kamar untuk berolahraga pagi.

Asisten rumah tangga Lula terekam CCTV lift saat turun meminta bantuan kepada petugas di ground floor. Pihak sekuriti lalu menuju ke unit Lula bersama teknisi.

Momen kepanikan saat Lula Lahfah ditemukan meninggal di apartemen Jaksel. (dok.istimewa)Momen kepanikan saat Lula Lahfah ditemukan meninggal di apartemen Jaksel. (dok.istimewa) Foto: Momen kepanikan saat Lula Lahfah ditemukan meninggal di apartemen Jaksel. (dok.istimewa)

Mereka tidak bisa membuka pintu kamar Lula karena dikunci dari dalam. Akhirnya mereka meminta izin untuk membuka paksa pintu kamar Lula. Proses itu disetujui ART lantaran Lula sudah tak ada kabar seharian sejak terakhir pulang.

"Berdasarkan keterangan dari saksi bahwa kunci kamar dari unit yang ditempati oleh saudari LL ini terkunci dari dalam. Oleh karena itu, engineering membuka kunci secara paksa sehingga ditemukan saudari LL tergeletak membujur kaku," terang AKBP Iskandarsyah.

4.⁠ ⁠Penyebab Lula Lahfah Meninggal

Polisi tidak bisa menyimpulkan penyebab Lula Lahfah meninggal karena tidak ada autopsi. Tidak ada autopsi berdasarkan permintaan keluarga.

"Kita tidak bisa menjawab akibat apa, kita tidak bisa menyimpulkan karena tidak dilakukan autopsi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam jumpa pers di Polres Metro Jaksel, kemarin.

Budi menyampaikan hal itu saat ditanya wartawan soal apakah Lula Lahfah meninggal karena menghirup dinitrogen oksida (N2O) atau yang dikenal sebagai gas tertawa.

Polisi juga memastikan tidak ada unsur kekerasan. "Keterangan dari RS Fatmawati bahwa kondisi Saudari LL ini meninggal dunia dengan kehabisan napas. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan," sambung Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah.

5.⁠ ⁠Keberadaan Reza Arap

Polisi menjelaskan soal Reza Arap yang berada di lokasi ditemukannya Lula Lahfah meninggal dunia. Musisi dan kreator konten itu datang setelah mendapat kabar Lula tak sadarkan diri.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah menyampaikan Reza Arap mengupayakan bantuan medis secara maksimal demi memastikan kondisi Lula Lahfah.

"Saudara RA (Reza Arap) pacar dari saudari LL (Lula Lahfah) di sini sudah hadir bersama dengan tim dokter dari saudari C yang mencoba untuk menghubungi dokter kenalan dari saudari C," kata AKBP Iskandarsyah.

Personel Weird Genius itu berada di dalam lift barang, diri dan menunduk di samping kantong jenazah Lula Lahfah menuju mobil ambulans. Reza Arap terus mendampingi jenazah Lula Lahfah di rumah sakit hingga pemakaman.

6.⁠ ⁠Barang Bukti

Polres Jaksel menggelar konpers soal tewasnya Lula Lahfah (Rumondang/detikcom)Polres Jaksel menggelar konpers soal tewasnya Lula Lahfah (Rumondang/detikcom) Foto: Polres Jaksel menggelar konpers soal tewasnya Lula Lahfah (Rumondang/detikcom)

Polisi menunjukkan barang bukti yang ditemukan dari apartemen mendiang Lula Lahfah. Salah satunya tabung Whip Pink.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah, mengatakan barang bukti itu telah diuji di laboratorium forensik. Barang bukti yang ditemukan antara lain, obat-obatan dari rumah sakit, seprai, vape, dan empat botol likuid, hingga tabung Whip Pink.

7.⁠ ⁠Tabung Whip Pink

Tabung Whip Pink yang berada di apartemen Lula Lahfah menjadi perhatian. Polisi masih mendalami asal-usul tabung dinitrous oxide (N20) atau Whip Pink.

Terkait keberadaan tabung gas N20, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah bekerja sama dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk menelusuri asal tabung tersebut.

Selain itu, penyidik juga berkoordinasi dengan pihak keamanan apartemen guna menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV). Berdasarkan rekaman CCTV, tabung tersebut dibawa oleh saksi A. Setelah dilakukan pendalaman, tabung tersebut diketahui dalam kondisi kosong.

Hasil pemeriksaan forensik, ditemukan DNA Lula Lahfah di tabung Whip Pink. Bercak darah yang ditemukan di lokasi kejadian juga diketahui hanya milik Lula Lahfah.

"Kesimpulannya bahwa bercak darah yang ada pada seprai, bercak darah pada kapas dan tisu, dan touch DNA atau DNA sentuhan, profilnya itu adalah milik Saudari LL, dan Saudari LL ini adalah anak biologis daripada Saudara Muhammad Feroz," kata Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri Pembina Azhar Darlan.

Polisi masih melakukan pemeriksaan digital forensik pada ponsel milik selebgram Lula Lahfah. Pemeriksaan itu salah satunya untuk mendalami asal-usul tabung dinitrous oxide (N20) atau Whip Pink yang ditemukan di apartemen Lula.

8.⁠ ⁠Bercak Darah di Seprai

Tim Puslabfor Mabes Polri telah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap barang bukti berupa seprai dan tisu yang diamankan dari apartemen di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

"Untuk darah yang ada di seprai dan tisu itu, itu kemungkinan darah sudah lama. Jadi kemungkinan saudari LL ini dia datang bulan atau menstruasi," kata Kasubbid Bioser Puslabfor Bareskrim Polri KP Irfan Rofik.

Kepastian ini didapatkan setelah tim mengamati karakteristik bercak tersebut yang sudah mengering dan tidak menunjukkan ciri-ciri luka baru. Penemuan ini memperjelas kondisi medis korban sebelum meninggal memang sedang dalam siklus bulanan.

Temuan darah di tempat tidur merupakan hal yang wajar secara biologis dan bukan karena peristiwa pidana.




(pus/dar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads