Dua Laki-laki Misterius Datangi Kamar Alda
Selasa, 08 Mei 2007 13:47 WIB
Jakarta - Sehari sebelum Alda Risma tewas, yaitu 11 Desember 2006, dua orang laki-laki misterius mendatangi kamar 432 Hotel Grand Menteng. Salah satu dari laki-laki tersebut datang dengan membawa kantung kresek berisi obat.Keterangan di atas merupakan kesaksiaan dari resepsionis Hotel Grand Menteng, Dinayanti. Kedua pria misterius tersebut mendatangi Dina dan menanyakan perihal keberadaan Ferry.Karena sebelumnya Ferry meminta agar kamarnya dirahasiakan, rekan Dina, Maya menghubungi pria berkepala plontos itu. Ternyata oleh Ferry, dua laki-laki misterius tersebut diizinkan masuk.Sementara itu dalam sidang Selasa (8/5/2007) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, majelis hakim juga mendengar kesaksian pengantar makanan Hotel Grand Menteng, Lukman Rohadi. Lukman bercerita, satu hari sebelum Alda meninggal sekitar pukul 08.45 WIB, Ferry memesan setengah botol red label, satu mangkuk bubur ayam dan satu botol coca cola. Tak lama kemudian pada pukul 09.15 WIB, ia memesan empat gelas jus yaitu melon dan semangka.Keesokan harinya yaitu 12 Desember 2006, Lukman mengantarkan satu bungkus rokok sampoerna mild yang dipesan Ferry ke kamar 432. "Waktu itu Ferry hanya pakai handuk, tidak pakai kaos. Tapi saya tidak tahu keadaan di dalam kamar," urai Lukman.Semua keterangan saksi di atas tidak ditanggapi Ferry. Hanya saja seusai persidangan laki-laki kelahiran Jakarta tahun 1972 itu kembali menyatakan penyesalannya atas peristiwa yang menimpa Alda. Ferry mengaku ia sangat cinta dan sayang pada penyanyi asal Bogor itu.Ia memastikan kematian Alda bukan kehendaknya. Kalau memang ia sengaja ingin membunuh, ia tentu tidak akan memesan hotel atas namanya."Saat Alda tidak sadar saya sibuk cari dokter. Dari rumah sakit saya menghubungi keluarga Alda. Semua yang saya lakukan semata-mata karena saya mencintai dia," ujar Ferry yang juga menganggap segala cercaan dari keluarga Alda sebagai berkah. (eny/eny)











































