PM Inggris Campuri Kisruh Asmara Pangeran William
Selasa, 17 Apr 2007 11:45 WIB
London - Perdana Menteri Inggris, Tony Blair tak tahan diam saja jadi penonton. Mendengar kisah cinta Pangeran William dan Kate Middleton bubar, Blair pun langsung bereaksi. Reaksi Blair dipicu karena khawatir media akan menyerbu pasangan ini begitu kabar putusnya hubungan cinta mereka terkuak. Demi kenyamanan keduanya, Blair sampai merasa harus 'ikut campur' untuk memperingati media. Dalam komentar singkatnya, Blair meminta media untuk memberikan waktu pada pasangan ini. Serangan pemberitaan media yang bertubi-tubi ditambah aksi paparazzi yang tak henti dianggap bisa menambah stress pasca putus cinta Kate dan William. "Biasanya apa yang diperbincangkan tentang seseorang bisa jadi tidak adil atau malah tidak benar sama sekali. Itu justru akan menambah stress," ujar Blair dilansir thesun, Selasa (17/4/2007). Seperti telah diberitakan, kisah cinta Pangeran William dan rekan kuliahnya, Kate Middleton telah berakhir. Kisah cinta yang dijalin sejak tahun 2003 itu diduga mulai renggang ketika Kate meminta komitmen lebih pada sang Pangeran. Menurut sumber, William yang lebih muda satu tahun dari Kate mengaku masih ingin merasakan kebebasannya sebagai pria muda. Setelah William memasuki pendidikan militer hubungan keduanya juga mulai dingin karena terpisah jarak. Puncaknya adalah ketika William mengajak Kate berlibur di Zermatt, Swiss. Kate mengira liburan ini akan menjadi saat-saat mereka mengembalikan kemesraannya berdua saja, tapi tak disangka William malah mengajak beberapa orang temannya untuk meramaikan. Putra sulung pasangan Pangeran Charles dan Putri Diana itu juga belakangan ini lebih sering terlihat menghabiskan waktu di klub malam pada hari liburnya ketimbang mengunjungi Kate. (fta/eny)











































