ADVERTISEMENT

Hot Questions

Kak Seto, Penyanyi Patah Hati yang Ditangkap Karena Orasi

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Kamis, 22 Sep 2022 15:09 WIB
Jakarta -

Kak Seto tidak mendadak menjadi pemerhati anak dengan kebijaksanaan di balik rambutnya berponinya yang khas. Dia juga melewati masa remaja dengan cerita cinta monyetnya, yang sayangnya lebih banyak tak beruntungnya, serta masa kuliah yang menjadikan dirinya aktif di organisasi dan berorasi.

Seto Mulyadi di masa SMA kurang beruntung jika bicara soal percintaan. Alasan finansial menjadi yang utama sebab dirinya yang saat itu bersekolah di Surabaya. Bahkan, untuk memiliki celana panjang saja tidak bisa, sehingga seorang teman harus memberikan untuk dia dan saudara kembarnya, Kresno.

Karena itulah, lagu-lagu patah hati kerap mengiringi hari-hati pria kelahiran 28 Agustus 1951 yang menggemari film-film kung fu sejak kecil tersebut.

Kak SetoKak Seto Foto: Andhika Prasetia/detikHOT

"Zaman itu senangnya lagu-lagu Rahmat Kartolo (Patah Hati, Pusara Cinta, Kasih Kembalilah). Kemudian lagu Alfia yang Sebiduk di Sungai Musi. Kalau lagu Barat, The Beatles biasanya. Zaman itu juga lagi senang nyanyai, pernah juga nyanyi di RRI Surabaya," ungkap Kak Seto saat berbincang dengan detikHOT di kediamannya.

Masa kuliah tak jauh berbeda. Kak Seto harus melakoni sejumlah pekerjaan, mulai dari berjualan koran dan masih menjadi asisten rumah tangga, yang membuatnya jarang bisa ikut nongkrong dengan teman-teman. Ditambah, nasib keuangannya juga belum banyak berubah.

"Saya kadang dianggap sombong karena nggak bisa ikut ngumpul, karena kan saya harus kerja. Kegiatan pulang kuliah, saya harus ngurus rumah karena kan saya masih jadi pembantu rumah tangga, setelah itu saya baru izin ke rumah Pak Kasur. Jadi, saya bukan anak gaulnya. Kalau misalnya suka atau jatuh cinta, karena tahu saya cuma naik becak, ya pada mundur," kenangnya lagi sembari tertawa.

Kak SetoKak Seto Foto: Andhika Prasetia/detikHOT

"Jadi bisa dibilang saya nggak ada masa cinta-cinta. Bahkan saya saja menikah di umur 36 tahun," sambungnya lagi.

Kalau soal cinta monyet masa remajanya yang seperti itu, lain dengan ceritanya sebagai mahasiswa yang ternyata aktif berorganisasi, demonstrasi, orasi sampai pernah diamankan oleh aparat di Kodam Jaya. Bagaimana ceritanya?

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT