ADVERTISEMENT

Dear Netizen, Achmad Rifai Minta Setop Bully Anak Irjen Ferdy Sambo!

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Jumat, 19 Agu 2022 07:25 WIB
5 Perkembangan Kasus Ferdy Sambo Terbaru
Foto: Edi Wahyono/detikX
Jakarta -

Irjen Ferdy Sambo jadi perbincangan hangat selama beberapa waktu terakhir, lantaran telah diumumkan sebagai tersangka atas kematian Brigadir J. Tak hanya Ferdy Sambo yang ternyata disorot, keluarga termasuk anak sulungnya pun jadi pusat perhatian. Anak Irjen Ferdy Sambo kini di-bully di internet.

Meski hal itu terjadi di luar kontrol pihak keluarga, namun banyak pihak menyayangkan hal tersebut. Terlebih foto anak Irjen Ferdy Sambo juga beredar di internet hingga terjadi doxing. Identitas serta tempat kuliahnya beredar luas di media sosial.

Ketua KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), Susanto, menyoroti hal itu dan meminta agar masyarakat berhenti melakukan bullying dalam bentuk apapun. Susanto menyebut bahwa bullying dapat berakibat buruk pada tumbuh kembang optimal yang bersangkutan.

"Apapun alasannya, bullying tidak dapat dibenarkan dan siapapun orangnya tidak boleh melakukan bullying, kapanpun dan di manapun," kata Susanto kepada wartawan belum lama ini.

Hal itu juga diamini oleh Achmad Rifai, pengacara sekaligus produser film yang sebelumnya memproduksi The Other Side. Menurutnya, perundungan di media sosial terhadap anak Irjen Sambo harus segera dihentikan.

Achmad Rifai menegaskan , perundungan di media sosial terhadap anak Irjen Sambo harus segera dihentikan.Achmad Rifai menegaskan , perundungan di media sosial terhadap anak Irjen Sambo harus segera dihentikan. Foto: dok. Istimewa

Menurutnya, bullying yang ditujukan kepada anak Irjen Ferdy Sambo salah sasaran. Dia juga merasa bahwa anak Irjen Ferdy Sambo tak berhak mempertanggungjawabkan perbuatan orang tuanya.

"Itu yang harus dihentikan. Orang yang tidak kena masalah dan tidak mempertanggungjawabkan perbuatan maka harus dijauhkan dari hukuman sosial termasuk bully," ujar Achmad Rifai dalam sebuah wawancara.

"Media sosial sangat luar biasa menekan dan mempengaruhi sesuatu, ini sangat sering terjadi. Masyarakat harus bijak melihat kasus ini dan jangan asal mem-bully orang di kasus. Asas hukum harus sangat hati-hati," tambah dia.

Selain itu, Achmad Rifai menyinggung soal peran Komnas HAM dalam kasus ini. Menurutnya, Komnas HAM sudah waktunya buat mundur.

"Yang wewenang pengawasan dalam penerapan hukum adalam Ombudsman, bukan Komnas HAM. Sepertinya Komnas HAM sudah saatnya mundur dari kasus Sambo ini karena kasusnya sudah terang dan jelas. Fungsinya untuk apa? Apa kasus pelecehan? Tidak ada kewenangan dan tidak bisa menuntut soal itu," tutupnya.

(aay/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT