ADVERTISEMENT

Harga Kebutuhan Pokok Naik Gegara Inflasi, Ini Kata Ade Fitrie Kirana

Mauludi Rismoyo - detikHot
Selasa, 19 Jul 2022 10:35 WIB
ade fitrie kirana
Harga Kebutuhan Pokok Naik Gegara Inflasi, Ini Kata Ade Fitrie Kirana. (Foto: dokumen pribadi)
Jakarta -

Harga kebutuhan bahan pokok yang merangkak naik menjadi perhatian artis yang juga Ketua Yayasan Perlindungan Perempuan dan Anak (YPPA), Ade Fitrie Kirana. Menurutnya, ibu rumah tangga dan anak menjadi yang terdampak dari tingginya harga kebutuhan pokok.

Pesinetron Islam KTP ini mengatakan, pandemi COVID-19 yang masih melanda telah menurunkan kembali Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia. Ditambah lagi, tingginya harga pangan karena inflasi.

"Belum hilang dari ingatan kita, antrean panjang untuk membeli minyak goreng. Ternyata, ada pejabat pemerintahan yang melalui kewenangannya memberikan izin membuat minyak goreng langka. Nah, sekarang harga kebutuhan pokok sehari-hari seperti gas dan beras naik. Belum lagi cabai dan bawang yang makin tinggi harganya," kata Ade Fitrie Kirana saat dihubungi.

Ia menambahkan, di satu sisi bila pemerintah bersinergi dan bekerja dengan baik untuk kepentingan masyarakat, maka kenaikan harga kebutuhan pokok akan bisa teratasi. Ade Fitrie Kirana mencontohkan, minyak goreng yang harganya berangsur turun setelah terjadi pergantian menteri dan dirjen.

Berdasarkan pantauan harian pada Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan di Provinsi Lampung, harga rata-rata minyak goreng curah per 14 Juli 2022 tercatat sebesar Rp14.333 per liter. Harga ini turun signifikan hingga 17,7 persen dibandingkan 8 Juli 2022 yang tercatat sebesar Rp17.417 per liter.

Harga minyak goreng curah di tingkat nasional juga mengalami penurunan. Pada 14 Juli 2022, harga rata-rata minyak goreng curah tercatat sebesar Rp15.236 per liter, turun 2,4 persen dibandingkan 8 Juli 2022 yang tercatat sebesar Rp15.614 per liter.

"Ini memang masa sulit, sepertinya semua lapisan masyarakat terdampak pandemi, inflasi dan kenaikan harga barang kebutuhan, ya. Namun, saya meyakini ada hikmah yang bisa kita ambil," ujar pemilik tagar #adefitriekirana ini.

Pemain sinetron Raden Kian Santang itu menyorot beberapa hal yang menurutnya patut jadi perhatian pemerintah pusat dan daerah. Mulai dari ketersediaan sembilan bahan pokok, jaminan distribusi dan keterbukaan informasi patokan harga.

"Wanita dan anak-anak sangat rentan dengan kenaikan harga-harga ini. Secara sosial dan ekonomi, ini jadi pukulan keras bagi keluarga," ujarnya.

Ade Fitrie menyadari bahwa menanggulangi dampak ekonomi dan sosial akibat pandemi dan inflasi ini hanya jadi tugas Pemerintah. Maka dari itu, ia kembali mengingatkan agar masyarakat turut mendukung usaha pemerintah keluar dari situasi sulit ini.

"Dan yang paling penting, mari kita berjuang bersama keluar dari situasi sulit ini. Sebagai masyarakat kita lakukan kewajiban, misalnya dengan mematuhi protokol kesehatan dan vaksin. Semoga kita segera keluar dari pandemi berkepanjangan ini," pungkasnya.

(mau/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT