ADVERTISEMENT

Iko Uwais Sudah Diperiksa Polisi Terkait Kasus Dugaan Pengeroyokan

Hanif Hawari - detikHot
Kamis, 30 Jun 2022 11:04 WIB
Jakarta -

Iko Uwais ternyata sudah diperiksa kembali oleh penyidik Polres Bekasi Kota. Ia dipanggil pada hari Selasa, (28/6) terkait kasus dugaan pengeroyokan.

Hal itu disampaikan oleh kuasa hukum Iko Uwais, Leonardus. Ia mengatakan pemeriksaan terhadap Iko Uwais berjalan dengan lancar.

"Selamat siang rekan-rekan media Sehubungan dengan agenda pemeriksaan Iko Uwais dan Firmansyah, kami telah menghadirinya sesuai dengan panggilan polisi yaitu hari Selasa, tanggal 28 Juni 2022," kata Leonardus dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (30/6/2022).

"Pemeriksaannya berjalan dengan lancar dan klien kami kooperatif menjawab pertanyaan-pertanyaan dari penyidik," lanjutnya.

Leonardus berharap semoga kasus dugaan pengeroyokan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Sebab Iko Uwais cinta damai dan tak mau masalah tersebut sampai ke meja hijau.

"Kami tetap mendorong dan berupaya agar, permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan dengan mengedepankan semangat restorative justice sesuai dengan Peraturan Kapolri. Salam hormat dan salam sehat," tukas Leonardus.

Sebelumnya, polisi mengatakan akan memanggil Iko Uwais untuk menjalani pemeriksaan tambahan pada hari ini. Namun ternyata Iko Uwais lebih dulu datang ke Polres Bekasi Kota untuk menjalani pemeriksaan.

"Penyidik akan menunggu hari Kamis. Kita harapkan dari pihak Iko Uwais bisa kooperatif memenuhi panggilan penyidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/6/2022).

Terkait masalah ini, Iko Uwais telah melaporkan balik Rudi dan istrinya atas dugaan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan sebelumnya mengatakan, Iko Uwais tidak terima istrinya dituduh menggunakan jin dan babi ngepet.

"Menyebut istri korban (Audy Item) menggunakan jin dan babi ngepet yang disampaikan kepada saksi, ART korban dan ART terlapor sendiri," kata Zulpan di kantornya.

(hnh/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT