Kata Ustaz: Menggauli Istri Jangan Seperti Binatang, Catat Adabnya!

Tim detikcom - detikHot
Rabu, 18 Mei 2022 06:00 WIB
Habib Muhammad Syahab
Habib Muhammad Syahab dalam Islam Itu Indah. Foto: dok. Capture Islam Itu Indah
Jakarta -

Kekerasan seksual terus menjadi perhatian. Kekerasan juga bisa terjadi dalam hubungan suami dan istri.

Belum lama, ada ayah dari seorang figur publik yang dituduh melakukan kekerasan dalam berhubungan intim oleh istri sirinya. Menggauli istri juga adab yang harus dilakukan.

Kata Ustaz mendengar penjelasan dari Habib Muhammad Syahab dalam tayangan Islam Itu Indah. Sebagai makhluk Allah SWT yang paling sempurna, manusia punya adab.

Termasuk juga saat menggauli istri, jangan sampai sama seperti binatang.

Berikut penjelasan lengkap Habib Muhammad Syahab:

Sebelum berhubungan kita membaca doa:

اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Artinya, jauhkan aku dari setan dan jauhkan apa yang kau rezekikan kepada kami dengan campur tangan daripada setan.

Ketika kita membaca doa itu, maka Allah tutup mata setan dan tidak melihat kita berhubungan. Maka dari itu kita minta perlindungan pada Allah SWT. Jangan seperti binatang, langsung, lihat istri langsung.

Sahabat menanyakan, 'Bagaimana ya Rasulullah agar tidak seperti binatang?' Berbicara dulu, pegang tangannya dulu, pemanasan dulu. Ini harus dijelaskan supaya tidak langsung seperti hewan, tidak seperti kucing. Kita kan manusia ini sempurna diciptakan oleh Allah SWT.

Kedua, jangan seperti hewan melakukan hubungan dengan istri, maaf, dari belakang. Jadi diharamkan oleh Allah SWT dari kemaluan belakang. Haram! Bahkan satu riwayat mengatakan, terlaknat orang yang menggauli istrinya dari kemaluan belakang. Ingat itu diharamkan oleh Allah SWT bahkan terlaknat.

Memang ada ayat, Allah SWT mengatakan 'Nisā`ukum ḥarṡul lakum'. Jadi artinya wanita ini tempat kita menanam, tapi dikatakan Sayidina Ali bin Abi Thalib, 'Datangilah tempat cocok tanam mu sebagaimana kau inginkan.' Al Imam Ali bin Abi Thalib, beliau mengatakan 'Hai ada tafsiriyahnya. Boleh sebagaimana yang kau inginkan, tapi tidak boleh keluar seperti yang disunahkan Nabi Muhammad SAW.' Ada sunah nabi, adab-adab itu yang diutamakan. Jadi jangan mempergauli istri dari kemaluan belakang.

Ketiga, jangan menggauli istri yang dalam keadaan haid. Haram, tidak boleh suami istri menggauli. Masih bisa atau tidak suami mendekati (istri)? Masih boleh. Ada yang secara langsung berkenaan. Ada mubasyaroh, misalnya si istri pakai pakaian bawah, sehingga bisa menutupi.

Kalau ditanya berarti tidak boleh dekati istri lagi haid? Boleh, tapi tidak boleh bertemu dua kelamin, haram hukumnya. Boleh ditambahkan dalam ilmu fiqih, apabila seorang perempuan sedang haid kemudian suci apakah boleh suami menggauli? Tidak boleh, kecuali sudah mandi. Seorang perempuan harus mandi janabah (junub) dulu baru boleh bercampur betul dengan suami. Harus bersih-bersih dulu.



Simak Video "Top 5: Heboh Marshanda Hilang hingga Legalisasi Ganja untuk Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/wes)