Kata Ustaz: Hai Suami! Jangan Pelit ke Istri

Tim detikcom - detikHot
Jumat, 13 Mei 2022 06:00 WIB
Pendakwah
Nasihat untuk para suami, jangan sampai pelit ke istri. Foto: dok. Instagram Ustaz Maulana
Jakarta -

Ada kalanya finansial menjadi hal sensitif dalam rumah tangga. Sempat ramai curhatan istri di media sosial soal suami yang pelit.

Dalam kasus perpisahan, perekonomian, finansial, uang, kerap menjadi masalah yang jadi penyebab. Kata Ustaz mengingatkan jangan pernah menjadi laki-laki atau suami pelit.

Ustaz Nur Maulana menjelaskan, setelah menjadi suami ada tanggung jawab yang harus sangat diperhatikan, yakni menanggung. Laki-laki diibaratkan sebagai segitiga terbalik.

Berikut penjelasan lengkap Ustaz Nur Maulana:

Yang namanya masalah suami pelit, hitung-hitungan sama istri, ini harus kita bahas. Kenapa? Ingat, suami yang pelit kepada istri harus camkan ini. Bahwa haruslah bertakwa kepada Allah SWT.

Kenapa sosok laki-laki diminta harus bertakwa kepada Allah? Karena ujian setelah menikah menanggung, kalau sebelum menikah ditanggung. Selamat menempuh hidup baru. Kenapa dikatakan selamat menempuh hidup baru? Karena hidup ada dua, hidup ditanggung dan hidup menanggung.

Dari sinilah sosok laki, ketika sudah punya istri, sudah punya tanggung jawab. Makanya laki-laki itu adalah segitiga terbalik. Kalau perempuan segitiga utuh, dudukannya lebarnya di bawah karena ada rahim. Sedangkan laki-laki lebarnya di atas karena sebagai penopang tanggung jawab.

Ingat, wahai laki-laki! Punya kewajiban memberikan nafkah. Bahkan sosok laki-laki menanggung empat wanita ya. Bukan empat istri, empat wanita.

Siapa itu empat wanita? Ibunya sebagai baktinya kepada orang tua, kemudian nafkah kepada istrinya, kemudian tanggung jawab seorang ayah untuk anak perempuannya, kemudian tanggung jawab saudara laki-laki kepada saudara perempuannya.

Makanya laki-laki itu kalau dapat warisan dua. Bukan berarti dua-duanya diambil, maksudnya satu bagian itu untuk menanggung saudara perempuannya. Itu maksudnya. Jangan salah, Islam itu indah, Islam itu adil. Kewajiban memberikan nafkah.

Ustaz gimana kalau suaminya pelit? Maka tindakan sebagai sosok perempuan adalah pertama ingatkan suami. Bagaimana cara mengingatnya? Tulis semua pengeluaran, tulis. Biar suami tahu.

Kedua adalah selamatkan suami. Maka diperbolehkan sosok wanita, ada kisah istri dari Abu Sofyan melapor kepada Nabi, 'Ya Rasulullah aku mencuri uang suamiku.' Nabi hanya tersenyum karena Abu Sofyan terkenal laki-laki pelit pada zaman itu. Nabi bilang, 'Ambil yang menurutmu wajib saja, sesuai kebutuhanmu. Jangan ambil yang di luar dari itu.' Itu namanya menyelamatkan suami dari kepelitan, dengan mengambil hak yang memang harus menjadi hak istri.

Ketiga paling penting mendoakan suami. Itu luar biasa. Doa wanita itu, doa istri, 3 kali lipat diijabah daripada doa laki-laki karena ada rahim.



Simak Video "Ibunda Chairul Tanjung dalam Kenangan Ustaz Maulana "
[Gambas:Video 20detik]
(pus/wes)