Soal Kasus Penganiayaan Ibu Frederika Alexis Cull, Kuasa Hukum Minta Polisi Gerak Cepat

Ahsan Nurrijal - detikHot
Jumat, 04 Feb 2022 19:44 WIB
ibu frederika alexis cull
Soal Kasus Penganiayaan Ibu Frederika Alexis Cull, Kuasa Hukum Minta Polisi Gerak Cepat. (Foto: ahsan nurrijal)
Jakarta -

Ibu Frederika Alexis Cull, Yulia Peers, bersama kuasa hukumnya, Dedi Eka Putra, menyambangi Polres Tangerang Selatan guna memantau perkembangan kasus penganiayaan oleh mantan suaminya, Psymon Peers.

Namun, hingga saat ini kasus yang telah dilaporkan sejak 16 Oktober 2021 itu masih belum diproses oleh pihak kepolisian.

"Hari ini kami melakukan pendampingan pada klien kami Bu Yulia tentang sejauh mana perkembangan dari pelaporan pada klien kami di Polres Tangsel. Yang mana pelaporan ini pada 16 Oktober 2021, sampai detik ini tidak ada kejelasan sama sekali," kata Dedi Eka Putra ketika ditemui di Polres Tangerang Selatan, Jumat (4/2/2022).

Menurut kuasa hukum Yulia Peers, kasus ini sudah berlarut-larut terlalu lama karena hingga detik ini masih belum dilakukan gelar perkara.

"Kalaupun sudah ada gelar perkara, kami pikir rancu dan sedikit mengada-ada. Kenapa saya bilang mengada-ada, bagaimana pihak penyidik melakukan gelar perkara? Sampai detik ini cek TKP kasus pengeroyokan yang dialami oleh klien kami," tutur Dedi.

Perlu diketahui, saat ini sedang ada peralihan jabatan Kanit di Polres Tangsel yang menyebabkan kasus sedikit terhambat.

Oleh karena itu, Dedi Eka Putra memberi waktu selama satu minggu kepada pihak kepolisian guna memproses kasus ini.

"Kalau tidak ada penyidik menjalankan secara protokol dan presisi yang diinginkan oleh Kapolri, kami akan ambil upaya hukum yang lain, seperti pelaporan pada propam atau yang lain. Tapi kita wait and see dulu setelah kami ketemu dengan pejabat Kanit barunya, dia minta waktu berikan waktu untuk bekerja. Kita berikan waktu satu minggu ini," ujar Dedi Eka Putra.

Tak ingin kasusnya terabaikan lebih lama lagi, Dedi Eka Putra memberikan ultimatum kepada penyidik agar Jumat depan sudah harus melakukan gelar perkara.

"Ini kasus tidak terhenti. Lama gitu lho. Kalau ditanya upaya hukum, kami akan menunggu waktu dari penyidik, mengatakan hari Senin serah terima dan saya kasih ultimatum pada penyidik sampai Jumat sudah harus gelar perkara dan sudah harus jadi tersangka. Kalau nggak kami punya hak untuk upaya hukum lainnya," ujar Dedi.

Sekadar informasi, Yulia Peers melaporkan sang mantan suami, Psymon Peers, atas kasus dugaan penganiayaan pada 16 Oktober 2021 lalu.

Laporan Yulia itu tercantum dalam nomor perkara TBL/B/1384/X/2021/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA.

Dalam laporan itu, tercantum pasal-pasal yang disangkakan kepada sang mantan suami yang dituding melakukan tindak pidana penganiayaan yang tercantum dalam Pasal 351 KUHP.

Simak juga 'Komplotan Bule Ngaku Interpol Aniaya WN Ukraina di Bali':

[Gambas:Video 20detik]



(mau/mau)