ADVERTISEMENT

Ditinggal Ayah Kandung Sejak Lahir, Karina Nadila Kini Legowo

Tim detikcom - detikHot
Minggu, 30 Jan 2022 17:53 WIB
Karina Nadila, Puteri Indonesia Pariwisata 2017
(Foto: Dok. Instagram Karina Nadila) Ditinggal Ayah Kandung Sejak Lahir, Karina Nadila Kini Legowo
Jakarta -

Karina Nadila membenarkan bahwa dia tidak mengenal sosok ayah kandungnya lantaran sudah ditinggal sejak lahir. Kini dirinya sudah lebih ikhlas dalam menerima kenyataan tersebut.

Berbeda dengan beberapa waktu lalu ketika dia tampak menangis dalam sebuah video yang viral di media sosial. Karina Nadila kini sudah legowo dan menerima keadaan soal dirinya yang tidak pernah bertemu dengan ayah kandungnya.

"Ya kalau sekarang hidup sudah lewat dan berjalan, saya sudah punya keluarga utuh bersama adik saya, ya sekarang sudah biasa aja," katanya saat ditemui dalam sebuah kesempatan di CGV FX Sudirman, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Dijelaskan Putri Indonesia 2017 itu, dia sempat ingin mengusahakan buat mencari ayah kandungnya sebelum menikah. Namun usahanya mentok, karena tidak ada yang bisa menyambungkan dirinya dengan sosok tersebut.

Karena usahanya tidak menemukan titik terang, dia pun kemudian pasrah. Setelah itu belum ada usaha lagi untuk bertemu atau mencari.

"Lebih ke pasrah saja. Jadi kalau ditanya usahanya lagi, belum ada lagi. Saya nggak tahu ke depannya, saat ini belum ada lagi," lanjut dia.

Karina Nadila tidak tahu menahu kondisi ayah kandungnya, apakah masih hidup atau tidak. Dia mengaku hanya memiliki foto saja dan tidak pernah bertemu fisik sama sekali. Namun, dia punya keyakinan bahwa ayah kandungnya masih hidup.

Dalam kesempatan yang sama, Karina Nadila juga menjelaskan bahwa dia sudah tahu mengapa ayah kandungnya pergi saat dia baru lahir. Hal itu diceritakan langsung oleh sang bunda yang menurutnya tidak pernah menyimpan rahasia.

Kini dia ingin move on dan menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Ada sosok ibunda dan ayah sambung di sampingnya yang selalu memberikan dukungan dan kasih sayang.

"Ibu saya mengurusi saya dengan baik banget. Ayah sambung saya peduli banget. Jadi saya nggak pernah merasa kehilangan sosok ayah. Walaupun saya sendiri sama ibu saya, selama 7 sampai 9 tahun, ibu saya urusi sendiri, ya membuat saya tidak ngiri melihat anak anak seumur saya sekolah diantar sama ayahnya. Karena ibu saya benar benar berjuang gimana caranya anaknya tidak kekurangan kasih sayang. Jadi saya nggak pernah merasa mendapatkan timpang kasih sayang. Sebenarnya kalau mau dicari paksa bisa saja. Tapi ya itu sudah masa lalu. Kami bahagia dan saya percaya beliau bahagia, yang penting semua sehat-sehat aja sekarang," pungkasnya panjang lebar.

(aay/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT