Nurul Arifin Lihat Maura Magnalia Alami Kejenuhan dan Kebimbangan

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Selasa, 25 Jan 2022 15:36 WIB
Nurul Arifin
Nurul Arifin menceritakan kegalauan Maura Magnalia sebelum meninggal dunia. Foto: Dwi Rahmawati/detikcom
Jakarta -

Nurul Arifin menceritakan kondisi Maura Magnalia sebelum meninggal dunia. Dia melihat anaknya itu mengalami kejenuhan dan kebimbangan di masa pandemi COVID-19.

Maura Magnalia belakangan ini mengalami distorsi asosial, lantaran hanya bersosialisasi dengan teman-temannya lewat daring. Pergerakan seperti terbatas karena pandemi.

"Karena kalau saya melihat pandemi ini membawa satu akibat ya, banyak orang frustrasi karena nggak bisa bergaul bebas. Mau berinteraksi sulit, jadi hubungannya hanya zoom. Kan mungkin lama-lama bete juga. Mungkin anak saya salah satu korban dari ini semua. Rasa frustrasi, kemudian menjadi asosial, yang biasanya berkumpul dengan teman-temanya jadi sulit," cerita Nurul Arifin di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa 25 Januari 2022.

Pandemi membuat semua hal tidak biasa-biasa saja. Nurul Arifin mengatakan setiap ada teman-teman Maura yang ingin datang ke rumah harus melakukan tes antigen terlebih dahulu.

Nurul Arifin dan keluarga melakukan pembatasan demi mencegah penularan COVID-19.

"Karena sedikit-dikit saya juga kalau ada teman-teman dia ke sini, selalu minta antigen dulu. Jadi mungkin hal-hal gini membebani dia. Dan nggak semua orang bisa kuat. Maura menemukan kelemahannya itu di sini," kata Nurul lagi.

Sang ayah, Mayong Suryo Laksono, menyebut anaknya tengah bimbang untuk memilih pekerjaan. Maura Magnalia yang baru lulus S2 di Sydney tengah mencari pekerjaan.

"Iya urusan-urusan dia lagi melamar kerja. Dia keterima kerja di Bali tapi, terus dia lagi mikir, 'Aku ke Bali atau nggak ya?' Jadi dia lagi ada di masa-masa agak sulit ya menurut kami, karena sekolah sudah selesai, tapi belum wisuda, di sisi lain dia harus mencari kerja dari beberapa lamaran," tutur Mayong dalam waktu bersamaan.

"Itu dia kemarin cerita, 'Ada satu yang minta aku datang, akan mem-follow up, tapi di Bali.' Baru sampai itu (ceritanya). Mungkin kalau misalnya tidak ada apa-apa, hari ini kita akan ngobrol lagi soal itu. Ya itu silahkan di-follow up dan sebagainya," papar Mayong.

Sedangkan sebagai orang tua, Nurul Arifin dan Mayong turut memikirkan apakah Maura Magnalia bulan Maret mendatang bisa pergi ke Australia untuk wisuda atau tidak. Hal itu juga yang jadi pikiran untuk Maura.

"Kalau kami sih lebih ke nanti Maret bisa nggak dia pergi ke Australia untuk wisuda kan mereka masih lockdown di sana," pungkas Mayong.

Maura Magnalia meninggal dunia di kediamannya hari ini. ART menemukan Maura tak sadarkan diri di meja makan pada dini hari. Maura meninggal dunia dalam usia 28 tahun.

Simak Video 'Jenazah Putri Nurul Arifin Akan Dimakamkan di Sandiego Hills':

[Gambas:Video 20detik]



(fbr/pus)