Ian Kasela Geram Dengar Pernyataan Edy Mulyadi soal Kalimantan

Tim detikcom - detikHot
Senin, 24 Jan 2022 18:16 WIB
Partai PDIP meluncurkan tagline dan atribut partai yang ditujukkan untuk kaum milenial. Sejumlah artis dan tokoh partai tampak hadir memeriahkan acara.
Ian Kasela di peluncuran atribut milenial PDI Perjuangan. Rengga Sancaya/detikFoto
Jakarta -

Vokalis Radja, Ian Kasela, turut menanggapi ucapan kontroversial dari politikus PKS, Edy Mulyadi, terkait soal Kalimantan sebagai tempat jin buang anak.

Ia mengaku bingung dan geram mendengar pernyataan yang tengah ramai dibahas itu terkait keputusan pemerintah untuk memindahkan Ibukota ke Penajam Paser.

Pria yang identik dengan kacamata hitam itu pun heran kenapa justru tanah kelahirannya itu yang jadi permasalahan bukan keputusan pemerintah.

"Masalah ibu kota dipindah ke Kalimantan itu kebijakan pemerintah pusat. Lo kalau nggak suka kebijakan itu, lo tentang lah. Jangan daerahnya lo salahkan. Aneh cara berpikirnya," ucap Ian Kasela.

Tak hanya itu, Ian Kasela pun tak segan mengeluarkan makian pada pihak yang berani menghina Kalimantan.

"Bangs**, sialan. Itu yang pantas ucapan untuk orang yang berani menghina Kalimantan. Apa salah Kalimantan bos? Yang ada, bumi daerah Kalimantan selalu dikerok," ujar Ian.

"Jangan sebut-sebut nama daerah lah, apalagi Kalimantan. Kalimantan tidak pernah berbuat ulah, catat itu," tambahnya.

Ucapan Edy Mulyadi pun turut membuat resah warga. Sejumlah masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) dengan berbagai latar kelompok turun ke jalan mempersoalkan ucapan Edy Mulyadi yang diduga melakukan penghinaan dengan menyebut 'tempat buang jin'. Mereka menuntut Edy segera ditangkap dan dipenjarakan.

Pantauan detikcom, Senin (24/1/2022), peserta unjuk rasa menggelar aksi di tiga titik, yakni di DPRD Kaltim, kantor Gubernur, dan Polresta Samarinda. Ucapan Edy soal 'tempat buang jin' dinilai melukai hati masyarakat Kaltim.

"Kenapa kita unjuk rasa di sini, kami meminta dukungan moral kepada pihak eksekutif dan legislatif atas apa yang disampaikan Edy Mulyadi karena perkataannya benar-benar melukai dan mencederai hati masyarakat Kalimantan," ucap korlap aksi Fuad Assegaf kepada detikcom di Polresta Samarinda.



Simak Video "KPK Dalami Info Dugaan Bupati Nonaktif PPU Bagi-bagi Kaveling di IKN"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/dar)