Curhat Rachel Vennya Dulu Melawan, Gegara Kasus Karantina Hanya Bisa Nunduk

Tim detikcom - detikHot
Senin, 24 Jan 2022 08:44 WIB
Jakarta -

Setelah rehat dari media sosial setelah kasus kabur dari karantina, Rachel Vennya kini kembali memulai aktivitasnya di media sosial. Rachel Vennya pun kembali menceritakan perasaannya saat menghadapi kasus kabur dari karantina.

Rachel Vennya lewat channel YouTube pribadinya, menceritakan masa kecil yang membuat dirinya jadi sosok pemarang dan tak mau direndahhkan oleh orang lain. Semua itu berawal dari bully yang dia dapatkan karena perceraian kedua orang tuanya.

"Saat gue kecil itu jarang banget ada yang namanya perceraian jadi teman-teman sekolah gue ini lumayan bully dan ngomongin gue. Nah itu membuat diri gue itu pemarah dan selalu membela diri gue sendiri," aku Rachel Vennya dilansir pada Senin (24/1/2022).

"Gue ini nggak suka banget direndahin," tegasnya.

Mantan istri Okin itu berambisi untuk menjadi orang yang dibutuhkan dan membuat mereka yang sudah merendahkan menyesal. Rachel Vennya juga ingin kelak sang ayah akan datang kepadanya dan meminta bantuannya.

"Akhirnya yang tadinya ambisi gue bikin orang-orang nggak ngerendahin gue lagi terpenuhi. Setiap tahun gue selalu dapat apresiasi dari orang-orang yang nggak gue sangka. Gue dapat tepuk tangan dari banyak orang, gue banyak dapat pujian, gue dapat banyak satu hal yang mengelu-elukan gue dan membuat gue ngerasa spesial," ungkap Rachel Vennya.

Oleh karena itu, tepuk tangan dari banyak orang itu menjadi hal yang adiktif untuk Rachel Vennya. Dia pun tak mau menghancurkan ekspektasi orang terhadap dirinya.

Sampai akhirnya dia melakukan kesalahan dengan memilih untuk tidak melakukan karantina sepulang dari Amerika Serikat. Kasus itu yang membuat nama Rachel Vennya seketika hancur dari imej baik yang selama ini dia bangun.

"Sampai akhirnya gue ngelakuin juga hal bodoh itu. Gue lakuin juga hal yang bikin semua jadi berbeda. Kalau dibilang nyesel, kalau bisa ulang waktu nih, gue pengin banget ulang waktu, terus gue bilang sama diri gue sendiri lo karantina aj g*****k ini nggak worth it sama sekali," akunya.

"Tapi itu udah terjadi. Saat itu terjadi, boom semua jadi berita nasional. Gue benar-benar ada di titik nggak tahu harus ngapain, nggak tahu harus melangkah, takut, takut ketemu orang, takut menghadapi itu aja gue takut. Semua orang tahu gue salah," lanjut Rachel Vennya.

Akhirnya Rachel Vennya memberanikan diri mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Dia tak pernah membayangkan semua yang dia bangun rusak dan hancur karena dirinya sendiri.

Rachel Vennya bahkan harus menghadapi momen di mana dirinya mengaku dapat perlakuan dan kata-kata kasar saat menjalani pemeriksaan di Polda dari oknum-oknum yang melihat kedatangannya.

"Gue datang ke panggilan pertama di Polda, di situ gue agak kaget. Bahkan gue aja nggak bisa jalan saking mereka benar-benar dempet banget. Itu satu hal yang baru untuk gue terima. Di situ gue emang panik dan nangis. Mungkin ini oknum, orang iseng yang kita nggak tahu. Itu setiap gue masuk ke Polda mereka cubit-cubit gue gitu, toyor dari belakang, kasih kata-kata kasar," bebernya.

"Dulu setiap ada orang yang merendahkan gue seperti itu gue pasti melawan, gue seratus persen pasti melawan dan bisa menggila ngelawannya," ungkap Rachel Vennya.

Akan tetapi, pada saat itu Rachel Vennya hanya bisa pasrah. Bahkan dirinya menerima apa pun yang akan dilakukan oknum-oknum itu meski itu hal buruk.

"Saat itu gue mikir, sumpah kalau lo mau bunuh gue saat itu, atau lo mau tusuk gue saat itu. Kayak gue ikhlas gitu. Lo tusuk gue aja deh. Gue juga pengin ini semua selesai," tukas Rachel Vennya.

(pus/wes)