Kata Ustaz: Heboh Spirit Doll dan Tipu Daya Jin Jahat

ADVERTISEMENT

Kata Ustaz: Heboh Spirit Doll dan Tipu Daya Jin Jahat

Tim detikcom - detikHot
Rabu, 05 Jan 2022 06:00 WIB
Buya Yahya
Buya Yahya menjawab soal heboh boneka arwah Foto: Buya Yahya
Jakarta -

Spirit doll tengah marak jadi sorotan karena banyak diadopsi oleh artis. Spirit doll juga dikenal sebagai boneka arwah.

Disebut boneka arwah karena para pemiliknya meyakini ada arwah yang mengisi boneka tersebut.

Saat ini, spirit doll makin jadi perhatian lantaran banyak diadopsi oleh para artis, sebut saja Ivan Gunawan yang punya dua 'anak' dan Celine Evangelista yang juga punya lebih dari satu spirit doll.

Banyak lagi artis-artis lain yang punya spirit doll. Bahkan ada yang blak-blakan meyakini spirit doll miliknya dimasuki oleh roh mereka yang sudah tiada.

Kata Ustaz kali ini coba membahas soal spirit doll atau banyak disebut juga boneka arwah. Buya Yahya dalam channel YouTube miliknya, ikut bicara soal spirit doll.

Dalam penjelasannya, Buya Yahya menegaskan ini berdasarkan keyakinan umat muslim. Menurutnya memang ada keyakinan-keyakinan lain yang percaya dengan adanya berhala.

Berikut penjelasan lengkap Buya Yahya soal heboh spirit doll:

Pertama adalah kita akan keluar daripada kelompok atau agama yang meyakini hal tersebut. Kita akan kembali ke agama Islam saja. Mohon maaf kita tidak ingin menodai keyakinan atau merendahkan karena kita tidak tahu apakah ini sebuah keyakinan di agama tertentu karena ada agama yang juga menyembah patung, berhala, bahkan menjadikan boneka sesembahan. Terlepas dari itu.

Anda seorang Muslim? Urusan boneka bagi orang dewasa tidak ada perbedaan pendapat, boneka dalam bentuk manusia. Kalau Anda di rumah punya untuk Anda yang dewasa, kalau Anda beli untuk yang dewasa, tidak boleh. Jikalau pun untuk anak-anak kecil ada khilaf untuk anak kecil. Itu tanpa embel-embel spirit doll dan lainnya, hanya sekadar boneka.

Bila seorang suami memberikan hadiah pada istrinya sebuah boneka mohon lebih baik sepeda motor, anting, atau gelang agar semakin berkah.

Jangan masalah hidup ikut tren. Kalau ikut tren, ikut tren Baginda Nabi dong. Jangan ikut tren orang. Kita punya iman dan prinsip. Tapi jangan mencela daripada agama lain ya. Kita harus waspada betul hal semacam ini.

Anak kecil, boneka sesuatu yang bentuk seperti binatang atau manusia. Jika anak kecil ada khilaf di dalamnya. Seorang ibu membelikan boneka untuk anak kecilnya, seorang bapak membelikan untuk anak kecilnya, bukan seorang bapak membelikan untuk istrinya.

Jika sudah tahu permasalahan ini, tinggal secara perlahan. kalau boneka bisa dibentuk menjadi bantal atau gimana supaya tidak menyerupai berhala.

Mudah untuk taubat dan tak boleh saling mencaci. Semua ingin masuk surganya Allah hanya masalahnya adalah ketidaktahuan. Tidak tahu tak perlu dicaci, tapi diberitahu.

Belilah yang lebih bermanfaat. Ini urusan boneka. Kemudian urusan keyakinan-keyakinan, apakah bisa ditanam roh dan sebagainya?

Kita ini punya iman, dari segi keimanan kita, nggak boleh kita meyakini yang demikian itu. Boneka adalah boneka. Orang meninggal dunia sudah punya urusan di alam barzakh. Anak kecil dia akan diberi kenikmatan oleh Allah SWT di alam barzakh tidak ada siksa. Nggak ada anak kecil jahat kemudian masuk jadi roh jahat. Yang ada adalah jin jahat, setan jahat, terkutuk, itu yang ada.

Adapun roh bayi yang kecil belum akil baligh, dia adalah bayi-bayi yang dimuliakan. Biarpun anak dari orang-orang yang tidak beriman.

Jadi nggak perlu dia harus masuk boneka-boneka itu. Nggak ada dalam keyakinan kita. Lebih enak dia di alam barzakh sana.

Kalau ada orang jahat meninggal dunia ya dia harus menyelesaikannya di alam barzakh. Nggak bisa enak aja jalan-jalan ke boneka.

Roh akan punya tanggung jawab, kalau orang mukmin, beriman dia akan menikmati alam barzakh. Anak kecil tidak ada disiksa. Biar dia melakukan kejahatan masa kecil.

Simak Video 'Sejumlah Orang Anggap Spirit Doll Hidup, Psikiater: Periksa ke Dokter':

[Gambas:Video 20detik]



(pus/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT