Bisa Jadi Inspirasi, Cerita Pengalaman Putri Bungsu Ririn Ekawati Jualan Takjil

Bisa Jadi Inspirasi, Cerita Pengalaman Putri Bungsu Ririn Ekawati Jualan Takjil

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Senin, 02 Mar 2026 12:27 WIB
5 Potret Abigail Anak Ririn Ekawati Jualan Takjil di Depan Rumah saat Ramadhan
Support system Yaya, Ibnu Jamil dan Ririn Ekawati. Foto: Instagram @ibnujamilo
Jakarta -

Ibnu Jamil mengungkapkan rasa bangga melihat semangat Abigail Cattleya Putri alias Yaya, anak sambungnya dari Ririn Ekawati berwirasusaha. Yaya mencuri perhatian karena berjualan takjil di depan rumah mereka di kawasan Bendungan Hilir, Pejompongan, Jakarta Pusat.

"Senang-senang aja sih, lucu aja kita melihatnya. Dia emang anaknya kan gak bisa diam gitu. Kadang bikin apa, bikin apa," kata Ibnu Jamil saat ditemui di kediamannya, kemarin.

Ini bukan bisnis rumahan pertama yang Yaya buat. Ibnu Jamil menceritakan Yaya pernah membuat bisnis meni pedi dan membuat gantungan kunci. Ia dan Ririn selalu mendukung setiap kreativitas anak, termasuk dalam hal berdagang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya dari kecil kalau segala sesuatu berkaitan dengan kreativitas kita support selagi memang kreativitas itu juga bagus untuk anaknya gitu. Kita cuma tinggal ngarahin kayak biasanya kalau dagang, kita tanya modalnya berapa, terus hari ini dapetnya berapa, jangan lupa dicatat supaya tahu dagangannya tuh untung apa gak gitu," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Ngomongin soal untung, Yaya juga mendapatkan untung dari hasil berjualan takjil.

"Iya Rp 25 ribu," jawab Ibnu.

"Hasilnya buat modal lagi, itu juga masih kurang kayaknya buat modal lagi. Iya, dia bilang gitu," ungkapnya sambil tersenyum.

Ibnu Jamil dan Ririn membebaskan Yaya untuk mengatur usahanya sendiri, mulai dari perhitungan hingga pengelolaan keuntungan.

"Kita bebasin dia untuk me-manage semuanya by Yaya. Kita cuma ngasih guidance-guidance aja. Kayak kalau untuk modal tuh berapa, terus supaya dapat untung, jadi pendapatannya itu harus lebih besar. Belum nanti kita kasih tahu juga ada biaya-biaya misalnya ada temannya yang bantuin, jangan lupa dikasih uang. Istilahnya gaji pegawai atau profit sharing," tuturnya.

Ada pula cerita menarik yang Yaya alami langsung saat berjualan. Seperti saat seorang abang ojek sempat mengira takjil yang dijual Yaya dibagikan secara gratis.

"Terus Yaya bilang enggak ini buat jualan. Pas dibilang buat jualan, ojeknya itu pergi gitu. Akhirnya dia bilang, 'Yah kasihan banget tahu gitu kita kasih'," cerita Ibnu sambil tersenyum.

Untuk modal awal, Yaya menggunakan uang angpao yang diterimanya saat perayaan Tahun Baru Imlek. Dia berbelanja segala kebutuhan yang diperlukan.

"Modal dari uang dia kan kemarin dapet uang angpao ya Na? Gong Xi Fa Cai dia dapet uang angpao. Modalnya dari uang angpaonya. Dia beliin modal buah-buahan terus alat-alat yang lainnya juga, sirupnya. Terus kalau untuk wadah-wadahnya kita emang udah punya. Terus sama ini, gelasnya, plastiknya gitu kan kita mesti (pikirkan) nanti bungkusannya pakai apa kalau orang beli," jelas Ibnu Jamil.




(fbr/pus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads