Jatuh Bangun Elvira Devinamira Pelihara Kuda, Rogoh Kocek Setengah Miliar!

ADVERTISEMENT

Rising Star

Jatuh Bangun Elvira Devinamira Pelihara Kuda, Rogoh Kocek Setengah Miliar!

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Jumat, 10 Des 2021 19:24 WIB
Elvira Devinamira
(Foto: Noel/detikHOT) Elvira Devinamira punya hobi berkuda. Kepada detikcom, rising star satu ini mengungkapkan jatuh bangunnya di arena dan juga soal pengeluaran buat hobinya itu.
Jakarta -

Putri Indonesia 2014, Elvira Devinamira rupanya memiliki hobi berkuda. Hobi itu sudah dia lakukan sejak tahun 2018 lalu.

Tak main-main dia memilih cabang lompat rintangan untuk disiplin berkudanya. Begini cerita Elvira Devinamira kepada detikcom.

"Iya aku berkuda udah lama dari 2017 akhir ke 2018, itu udah aku hobi olahraga juga dan aku pilih yang lompat-lompat itu, jumping," katanya saat berkunjung ke kantor detikcom belum lama ini.

Dijelaskan oleh Elvira, belajar berkuda merupakan inisiatifnya sendiri. Buat menggeluti olahraga ini, dia memilih buat memiliki kuda sendiri. Ada kuda impor dan lokal milik Elvira yang salah satunya sudah kerap mengikuti kompetisi.

"Aku sendiri inisiatif karena dari dulu aku suka banget sama kuda. Akhirnya 2018 punya dua kuda, satu beli di Belanda (jenis) warmblood, satunya lokal. Yang lokal buat hari-hari, yang wormblood udah memang untuk profesional gitu, waktu itu ikutin porda competition kaya make money buat aku. Hadiahnya pasti buat owner-nya kan," ungkapnya.

Untuk harga sendiri Elvira akui tak sedikit mengeluarkan uang untuk dua ekor kuda tersebut. Bahkan yang impor sampai harus merogoh kocek nyari setengah miliar rupiah.

"Sebenarnya mahal pajaknya yang impor tuh. Pokoknya 15 ribu sampai 20 ribu euro. Bahkan ada yang miliaran (rupiah) juga. Terus bayar pajak, uang transport, dan lain lain 200 juta, ya (pengeluaranku) Rp 400 sampai Rp 500 juta sendiri lah. Yang lokal di bawah Rp 100 juta juga ada, Rp 200 juta ada, tergantung kualitas, bibit, bobot, bebet, ada grade-nya juga dan tergantung kuda apa. Kalo kuda jumping rata-rata (segitu)," katanya.

Memelihara kuda sebagai sebuah hobi juga tidak murah. Diakui oleh perempuan asal Surabaya itu, biaya yang dia keluarkan untuk pemeliharaan kuda-kudanya jauh lebih mahal dari uang jajannya sendiri. Dia bisa mengeluarkan duit Rp 12 hingga Rp 20 juta untuk perawatan saja.

"Maintenance-nya agak lebih mahal dari uang jajan aku, sebulan bisa habis Rp 15 juta sampai Rp 20 juta, di tabel-nya (ada kebutuhan untuk) bayarin makan, kandang, obat-obatan, vitamin, rumput itu semua diitung, bahkan sabun-sabunnya diitung," ungkapnya.

Selama menjalani hobi dan olahraga berkuda, Elvira mengaku sempat mengalami cedera karena terjatuh. Meski hal tersebut tak membuat kapok atau juga trauma.

"Kalo jatoh udah biasa, apalagi kaya show jumping, itu jumping makanan elu. Lo harus kuat, kalo nggak mau jumping nggak usah naik kuda, jadi justru kalo kita jatoh lo ada yang salah dan lu harus benerin. Jadi, oh jatoh kasian nggak ada. Jadi waktu itu aku jatoh keinjek juga nabrak plang ya udah lakuin lagi," ungkapnya.

"Waktu itu sempet ke fisioterapi waktu aku jatoh duduk, untungnya nggak parah," lanjutnya.

Memasuku usia 30-an, Elvira sudah mulai mengurangi kesibukannya di arena berkuda. Dia merasa harus lebih hati-hati soal cedera dari kegiatannya tersebut.

"Tapi sekarang aku udah mau ke usia kepala tiga, udah jatoh nggak bisa kerja, kalo cidera atau terjadi apa-apa. Aku sekarang mengurangi, kaya naik-naikan doang, karena memang suka kuda. Itu udah lama ya bukan kaya bosan tapi maksudnya aku berkuda nggak kaya atlet PON, aku jangka panjangnya nggak ada. Buat aku sebagai hobi dan olahraga tapi ya udah sekadar cukup bisa," imbuhnya.

Dia juga merasa kuda adalah hewan yang memiliki pesona tersendiri.

"Menurut aku aku kuda itu very majestic jadi aku merasa kalo segi orang Islam juga punya kuda akan lebih baik nambah pahala ada sunnahnya jadi ya udah why not," pungkasnya.

(fbr/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT