Kata Ustaz: Tegur Orang yang Salah dengan Cara Seperti Nabi

Ade Dinda Sawitri - detikHot
Rabu, 01 Des 2021 06:00 WIB
Ustadz Riza Muhammad saat di temui bersama Istrinya Indri Giana (4/7/2013).
Ustaz Riza Muhammad: melihat seseorang melakukan kesalahan, hati-hati saat menegur (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Teguran kepada seseorang bisa berakhir dengan perdebatan yang memicu kesalahpahaman atau keributan. Menegur dan berdebat tidak dilarang, tapi ada caranya.

Kata Ustaz kali ini menyorot tentang perdebatan yang sering terjadi dan justru terlihat tak ada ujungnya. Perdebatan sering dipicu karena teguran yang menyulut hati seseorang merasa tidak senang.

Mengambil contoh dari dunia hiburan, dua orang selebriti kerap beradu argumen. Soal menegur, sebenarnya tak masalah dilakukan oleh orang yang lebih muda kepada yang lebih tua atau sebaliknya.

Soal ada menegur dan berdebat, berikut penjelasan Ustaz Riza Muhammad:

Bolehkan seseorang yang lebih muda menegur mereka yang lebih tua?
Kalau nasihat itu sangat diperlukan. Karena kan kata Nabi:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِلِسَانِهِ

Kalau engkau melihat sebuah kemungkaran yang terjadi cegahlah dengan tangan kalian kalau tak mampu dengan mulut kalian.

Berarti mulut ini bisa mencegah seseorang dari perbuatan dosa.

Ada caranya (tercantum dalam) Al Quran surat An Nahl ayat 125

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Tegurlah manusia, nasihati manusia dengan cara yang baik. Kalau ada perdebatan berdebatlah dengan cara yang baik. Berarti di sini konteksnya harus kasih nasihat dengan cara Nabi:

1. Menegur seseorang tidak boleh di hadapan orang itu,
2. Harus berdua saja, karena kalau sampai ada orang ketiga itu bukan teguran, tapi itu menjatuhkan,
3. Harus dengan kalimat-kalimat yang tidak menggurui dan menyakiti.

Itu caranya, lembut.

Bagaimana tuntunannya dalam bersikap kalaupun harus menegur orang yang lebih tua dan kita mengetahui perilaku orang yang lebih tua itu salah?
Kita harus menggunakan kata-kata qaulan karima. Kalimat-kalimat yang penuh kasih sayang. Contohnya, 'Assalammualaikum, mohon maaf sekali, mohon maaf sekali. Kasih saya waktu untuk berbicara berdua?' Ketika dibawa ke tempat baru diutarakan (teguran tersebut), 'Maaf ada hal-hal yang rasanya harus diperbaiki.'

Karena ada cara, sebenarnya ada maksudnya yang benar, tapi caranya salah. Menegur orang tua, walaupun orang itu salah, tapi caranya tidak tepat, yakni ada faktor menggurui, kalimatnya tidak pantas, bahasa tubuh yang seolah-olah menyinggung. Selain dari bahasa verbal, bahasa tubuh itu mewakili sikap seseorang dalam menegur.

(pus/nu2)