Kata Ustaz: Jangan Bertikai karena Warisan, Harta Tak Dibawa Mati

Ade Dinda Sawitri - detikHot
Selasa, 30 Nov 2021 06:00 WIB
Ustadz Riza Muhammad saat di temui bersama Istrinya Indri Giana (4/7/2013).
Ustaz Riz Muhammad ingatkan jangan bertikai hanya karena rebutan warisan Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Dalam sebuah peristiwa kematian, seseorang yang meninggal dunia akan meninggalkan harta bendanya. Ini yang seringkali menjadi polemik dalam keluarga yang ditinggalkan.

Kata Ustaz kali ini menyorot soal, mau dibawa ke mana barang seseorang yang sudah meninggal? Ustaz Riza Muhammad mengingatkan dalam hal ini soal manfaat.

Barang-barang seperti tas, baju, dan kendaraan bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih baik. Tidak jadi masalah jika barang tersebut dijual atau diberikan kepada orang lain.

Akan tetapi, harus dan perlu diingat jangan sampai barang-barang tersebut memicu pertikaian dan perdebatan. Semua harus diselesaikan secara adil.

Berikut penjelasan Ustaz Riza Muhammad kepada detikcom:

(Barang peninggalan orang yang sudah meninggal) Boleh nggak apa-apa disimpan. Sebaik-baik manusia yang paling bermanfaat.

Barang orang yang meninggal itu bisa dibagi ke orang dan bisa bermanfaat untuk orang lain. Itu lebih bagus daripada dibuang atau dibakar. Artinya barang yang masih layak dan bisa dipakai sehingga bermanfaat dipakai orang lain.

Kalau dijual bolehkah? Hasilnya untuk anak atau kebutuhan keluarga yang ditinggalkan? Itu nggak masalah. Kehidupan itu diambil manfaatnya. Kalau barang-barang orang yang meninggal itu dijual untuk kebutuhan yang lebih untuk kehidupan lagi, why not? Kenapa tidak? Contoh, ada motor karena anaknya butuh kehidupan untuk biaya, jual aja. Kan lebih butuh yang hidup daripada yan mati, yang mati sudah nggak mikirin itu.

(Barang peninggalan orang yang sudah meninggal jadi rebutan) Itu yang nggak boleh. Makanya Islam itu ada lembar khusus hak waris.

Jangan sampai gara-gara dunia kita saling memutuskan silaturahim. Jangan sampai hanya gara-gara harta kita saling mencaci, jangan sampai gara-gara kehidupan yang fana ini kita saling menzalimi dan melukai. Semua ini akan berakhir dan tidak akan dibawa mati. Itu yang perlu. Jadi selama ini orang terlalu nafsu dengan dunia padahal itu apa sih?

Yang harus dipikirkan itu adalah bagaimana dengan harta itu bisa menciptakan kehidupan dunia. Bukan malah dunia yang menciptakan kehidupan yang tidak tenang, tidak damai, saling menzalimi dan sebagainya.

(Harta yang jadi rebutan) Bisa dibagi dua dari keluarga perempuan sama keluarga laki-laki, jika yang meninggal suami dan istri. Kalau sudah dibagi dua ada kesepakatan, selesai. Atau yang kedua adalah sepakat saja. Itu dijual semua untuk membiayai si anak, kalau dia meninggalkan anak. DIjual semuanya, selesai, dan dua belah pihak ini nggak dapat apa pun karena fokus ke anaknya itu aja. Adil kan?



Simak Video "Sempat Ditahan Imigrasi, Ustaz Riza Trauma ke Hong Kong"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/nu2)