Chef Haryo Sebut Harapan Hidupnya Tinggal 70 Persen karena Sakit Jantung

Hanif Hawari - detikHot
Sabtu, 25 Sep 2021 20:02 WIB
Chef Haryo
Chef Haryo Sebut Harapan Hidupnya Tinggal 70 Persen karena Sakit Jantung (Foto: Hanif Hawari)
Jakarta -

Chef Haryo kini tengah menghadapi penyakit jantung yang disebut diseksi aorta kronis de bakey stanford type A. Kondisi tersebut serupa dengan yang dialami mendiang ahli kuliner, Bondan Winarno.

Penyakit itu terdeteksi dua tahun lalu ketika Chef Haryo sedang berolahraga. Ia pun sempat menjalani pengobatan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut.

"Ya jantung saya bengkak, nah ini dalam setahun ini saya ikhtiar untuk berdamai dengan keadaan itu dan sudah ke pengobatan alternatif, bertanya ke sana ke mari, menjalani terapi, dan lain-lain," ujar Chef Haryo saat dihubungi detikcom, Sabtu (25/9/2021).

"Tapi kalau sifatnya aorta ini sobek ya itulah dan itu emang harus diganti. Jadi bukan disembuhkan alternatif. Kalau masalah penyumbatan bisa, tetapi ini masalah kerusakan organ. Nah, itu harus diangkat dan diganti," sambungnya lagi.

Ternyata, operasi adalah jalan terbaik yang harus ditempuh Chef Haryo jika dirinya ingin selamat dari kondisi serius tersebut. Barkali-kali, Chef Haryo merenung dan memanjatkan doa untuk meminta petunjuk Sang Pencipta selama satu tahun.

Chef Haryo merasa perlu bantuan Ilahi karena operasi ini merupakan tindakan berat yang dilakukan dalam waktu yang lama. Harapan hidup juru masak yang kini berpenampilan syar-i itu pun disebut 70 persen.

"Nah, saya ikhtiarnya itu setahun dengan salat istikarah lah, melakukan kemantapan hati, ke mana ya Allah kalau aku harus operasi, kuat kan lah hati ku mantapkan hati ku untuk memilih kecondongan mana yang harus pilih dan siap kementalan saya," ungkap Chef Haryo.

"Karena ini adalah masalahnya operasi besar ya, bukan operasi kecil satu jam, dua jam, ini 6 jam sampai 7 jam. Dan menurut jahitan dokter bahwa, kesempatan untuk hidup itu ada sekitar 70 persen lah," katanya.

Operasi jantung yang akan dihadapi Chef Haryo ini termasuk prosedur yang rumit. Ia pun memilih tim dokter di RS Harapan Kita, Jakarta Barat untuk mengerjakan tindakan tersebut.

"Kemudian tindakkannya harus cepat, harus terukur dan tepat. Dan kemudian ikhtiar saya, istikarah saya ini, saya percayakan kepada RS Harapan Kita karena memang dokter di sini ahli jantung nasional dan ini masalah kepercayaan saya dengan tenaga medis di Indonesia," tutup Chef Haryo.

(hnh/dar)