Dinar Candy Minta Damai, PB SEMMI Cabut Laporan Kasus Pornografi

Hanif Hawari - detikHot
Senin, 20 Sep 2021 21:43 WIB
DJ Dinar Candy saat ditemui dikawasan Tendean, Jakarta, Senin, (25/01/2021).
Dinar Candy Minta Damai, PB SEMMI Cabut Laporan Kasus Pornografi. (Foto: Palevi/detikcom)
Jakarta -

Dinar Candy dan Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) akhirnya berdamai. PB SEMMI akan mencabut laporan polisinya soal kasus dugaan pornografi yang menjerat Dinar Candy.

Dinar Candy merasa lega akan hal itu. Akhirnya masalah dirinya berbikini di pinggir jalan tidak sampai ke pengadilan.

"Kali ini bersama SEMMI, Serikat Muslim Indonesia, yang kasus kemarin, kita damai ya kakak. Dan kakak-kakak bersedia mencabut laporan dengan syarat yang kakak ajukan," ujar Dinar Candy saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (20/9/2021).

Perdamaian itu dilakukan Dinar Candy dan PB SEMMI di Polda Metro Jaya. Perdamaian itu juga sudah disampaikan kepada pihak kepolisian dengan harapan laporan polisi PB SEMMI bisa dicabut.

"Jadi kita datang bersama Dinar yang statusnya menjadi tersangka, kami telah sepakat untuk berdamai dan surat keputusan kami terkait dengan perdamaian ini sudah disampaikan ke SPKT, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu," imbuh Gurun Arisastra, Direktur LBH PB Semmi, saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

"Lalu kepada kriminal khusus sudah disampaikan dan selanjutnya kita akan sampaikan juga ke Polres Jakarta Selatan, penyidik serta kasat reskrim untuk menyampaikan informasi ini," lanjutnya.

Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Dinar Candy. Salah satunya adalah dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.

"Adapun perdamaian ini ada pertimbangan, Dinar sudah ketemu saya tidak satu kali, berkali-kali Dinar menghadap kami dan kami melakukan perdamaian ini dengan beberapa poin yang Dinar harus sepakati," ujar Gurun Arisastra.

"Yakni Dinar tidak mengulangi perbuatannya kembali, lalu Dinar bersedia memperbaiki dirinya. Dinar mengakui perbuatan yang dilakukan adalah perbuatan yang salah dan tidak sesuai dengan norma sosial dan budaya Indonesia yang luhur, Dinar berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama untuk menjaga moral dan norma dan generasi muda Indonesia," tukas Gurun Arisastra.

(hnh/mau)