ADVERTISEMENT

Saipul Jamil dan Ancaman Boikot Tampil di TV, Layak Diberi Panggung?

Tim detikcom - detikHot
Kamis, 02 Sep 2021 08:43 WIB
Jakarta -

Saipul Jamil bebas dari penjara. Saipul Jamil menjalani 8 tahun hukuman penjara.

Menjelang bebasnya Saipul Jamil, sang artis disebut-sebut siap kembali ke panggung hiburan. Tawaran syuting pun tak dipungkiri banyak menunggu Saipul Jamil.

Akan tetapi, hal tersebut menimbulkan kontra. Banyak yang memikirkan soal psikis korban ketika melihat Saipul Jamil kelak akan sering tampil di televisi.

Termasuk seperti yang diungkapkan oleh seksolog Zoya Amirin. Dalam Instagramnya, Zoya Amirin menuliskan soal susahnya korban kekerasan seksual untuk melapor, belum lagi jika pelaku lebih berkuasa.

"Paham kan kenapa korban kekerasan seksual sulit melapor? Luar biasa victim blaming netizen budiman. Apalagi kalau ada relasi kuasa dengan pelaku kejahatan seksual, salut pada para korban & penyintas yang berani speak up #salut," tulis Zoya Amirin.

Pada kesempatan itu, Zoya Amirin juga mencolek KPI dan KPAI. Dia mempertanyakan, 'Apakah layak pelaku kekerasan seksual mendapatkan panggung dan tampil di televisi?'

"Kepada @kpipusat mungkin bisa koordinasi dengan @kpai_official melihat data pelaku kekerasan seksual seberapa banyak ditangani KPAI, apakah Televisi Nasional layak memberi panggung pada pelaku kekerasan seksual (termasuk pedophilia) untuk tampil di TV Nasional?" ungkapnya.

"Siapalah saya ngatur2 TV Nasional yah.... Mendampingi korban kekerasan seksual (dewasa atau anak dibawah umur) sedih & marah melihat pelaku pelaku yang merebut rasa aman seseorang malah diberi ruang yang memicu trauma korban berulang ulang," tutupnya dengan memberikan emoji sedih.

[Gambas:Instagram]



Ketua KPI, Agung Suprio, memberikan tanggapan soal ancaman boikot untuk Saipul Jamil tampil di televisi lagi.

"KPI punya pedoman standar penyiaran P3SPS yang mengatur tayangan di televisi maupun radio. P3SPS tidak melarang artis ataupun orang yang karena masa lalunya pernah dipenjara, untuk tidak boleh tampil di layar kaca. Jadi sekali lagi saya tegaskan, tidak ada larangan untuk artis yang punya masalah, pernah dipenjara," Kata Agung Suprio.

"Kedua, saya mengimbau kepada pihak televisi agar, ketika menayangkan kembali artis yang pernah dipenjara atas kesalahannya itu, tolong ditampilkan agar artis itu menyatakan, dia merasa bersalah atas perilakunya di masa silam yang menyebabkan mereka di penjara," tukasnya.

(pus/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT