Berhasil Cabut Naik Jet Kargo, Diva Pop Afghanistan Sentil Joe Biden

tim detikhot - detikHot
Sabtu, 21 Agu 2021 10:05 WIB
Aryana Sayeed
Aryana Sayeed Foto: dok. Instagram
Jakarta -

Diva Pop Afghanistan Aryana Sayeed mengaku berhasil keluar dari negaranya yang kini tengah dikuasai Taliban. Ia menumpang jet kargo milik Amerika Serikat.

Setelah keluar dari negara tersebut, Aryana Sayeed pun terus memperlihatkan kondisinya. Ia mengaku akhirnya mendarat setelah empat hari.

"Jauh dari rumah, tapi kami baik-baik saja, aman dan sangat bersyukur," tulisnya dalam caption foto yang memperlihatkan obat-obatan.

Kendati merasa aman, Aryana Sayeed juga mengaku memikirkan orang-orang terdekatnya yang tak punya pilihan untuk tinggal di Afghanistan.

"Saya tidak bisa berhenti memikirkan orang-orang dan mereka yang tidak memiliki pilihan yang sama dengan saya dan banyak orang lain untuk sampai ke lokasi dengan aman," tulisnya lagi.

Aryana Sayeed dalam unggahaan lainnya juga memperlihatkan kondisi di Afghanistan setelah Taliban berkuasa. Dalam foto tersebut, terlihat banyak orang yang lalu-lalang dengan wajah cemas.

Tak cuma itu, Aryana Sayeed juga menyoroti kebijakan Amerika Serikat yang memilih cabut dari negaranya. Ia mengaku tak percaya keputusan itu diambil oleh Presiden US Joe Biden.

"Kepada Joe Biden, United Nations: Saya tak percaya kalian meninggalkan Afghanistan dalam chaos! Membawa beberapa ribu warga sipil, warga Amerike keluar dari Afghanistan, sangat menghargai itu, tapi tak akan menyelesaikan masalah," tulisnya.

"Bagaimana dengan jutaan orang yang tertinggal dalam kekacauan total? Ribuan dari mereka mengungsi tanpa tempat perlindungan dan tak ada makanan untuk dimakan dan tak ada tempat untuk pergi. Apa yang akan terjadi pada mereka?"

Afganistan kini dikuasai Taliban. Hak hidup dan mencari penghidupan untuk perempuan dan anak disebut jadi sangat terbatas karena adanya aturan ketat dari Taliban. Aryana Sayeed mengaku jadi orang yang beruntung karena dapat melarikan diri.

[Gambas:Instagram]






Simak Video "Taliban Klaim Tangkap 600 Anggota Kelompok Ekstremis"
[Gambas:Video 20detik]
(nu2/nu2)