Pendakwah Umi Pipik turut menanggapi situasi dunia yang tengah memanas akibat konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Dampak dari ketegangan tersebut turut dirasakan oleh penerbangan umrah ke Tanah Suci.
Umi Pipik mengaku sejumlah jemaah dari travel umrahnya terdampak penutupan rute penerbangan. Keberangkatan yang semula dijadwalkan pun terpaksa ditunda.
"Saya juga ada jamaah, karena saya juga punya travel ya yang harusnya juga berangkat, tapi tertunda karena kemarin baru dapat kabar untuk di-cancel dulu. Harusnya kemarin berangkat," kata Umi Pipik saat ditemui di Tapos, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, ia memahami keputusan tersebut karena situasi yang dinilai sedang genting. Ia pun tak bisa menyalahkan siapa-siapa.
"Tapi kan karena genting ya, lagi genting-gentingnya, jadi akhirnya ya mereka mau nggak mau nggak bisa menyalahkan, karena memang itu kan keputusan dari penerbangannya," ungkapnya.
Saat ditanya apakah penundaan itu merupakan keputusan dari pihaknya, Umi Pipik membenarkan. Ia memilih menunda demi keselamatan para jemaah.
"Iya, karena kita kan nyari selamat buat jemaah juga," ujarnya.
Ia juga menjelaskan memang ada pembatalan penerbangan sementara waktu. Keberangkatan disebutnya kemungkinan baru dibuka kembali dalam beberapa hari ke depan.
"Iya memang ada, ada peng-cancel-an. Memang belum, belum boleh berangkat. Nanti mungkin insyaallah tanggal 5 ini pada berangkat. Dibolehkan mulai eh tanggal berapa ya, tanggal 5, tanggal 6 ini boleh gitu," jelasnya.
Terkait banyaknya jemaah Indonesia yang tertahan dan belum bisa kembali ke Tanah Air, Umi Pipik mengaku turut merasakan kesedihan.
"Karena kan kita juga lihat ya bahwa di udara mungkin eh apa namanya kita tahu seperti itu. Jadi mungkin mereka ya benar banget tidak mau mengambil risiko yang ini (berbahaya)," tutupnya.










































