Artis sekaligus pendakwah, Umi Pipik, berbagi cerita mengenai ibadah dan kebiasaan keluarga di bulan Ramadan. Umi Pipik mengaku tidak memiliki tradisi khusus setiap Ramadan.
"Tradisi khususnya gak ada sih, paling tarawihnya sih kalau saya gak di masjid ya, paling gitu aja," kata Umi Pipik di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, kemarin.
Suasana masjid yang padat saat Ramadan membuatnya lebih nyaman menjalankan tarawih di rumah bersama anak-anak. Momen tersebut sekaligus menjadi waktu bisa bersama dengan anak-anaknya dalam waktu yang cukup lama dan kondisi seperti itu tentu jarang terjadi pada hari biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyoal tradisi, Umi Pipik juga bicara tentang menu buka puasa. Dia mengatakan anak-anaknya termasuk sederhana soal urusan makanan.
"Kalau anak-anak kan memang dia sama kayak Uje, gak bisa pedas. Jadi ya udah bikinnya yang manis-manis aja. Anak-anak saya kan simpel orangnya," tuturnya.
Meski punya kesibukan sebagai public figure dan pendakwah, Umi Pipik mengaku tetap turun langsung ke dapur untuk menyiapkan hidangan sahur dan berbuka puasa.
"Iya.... Selalu (turun tangan langsung di dapur), selalu. Sahur sama buka tuh pasti," aku Umi Pipik.
Ia menjelaskan alasannya bukan semata-mata karena anak-anak hanya mau makan masakannya, melainkan agar menu yang disajikan benar-benar sesuai dengan selera mereka.
"Kadang tuh harus sesuai seleranya dia. Kalau kita masak sesuai seleranya kita, kadang anaknya kagak makan gitu. Jadi harus tanya dulu, 'Ini maunya apa? Maunya apa?' Jadi bikin dikit-dikit, tapi kemakan semua gitu," jelas Umi Pipik.
(fbr/pus)











































