Taliban Berkuasa, Seniman Afghanistan Lukis Perempuan di Posisi Genting

tim detikhot - detikHot
Jumat, 20 Agu 2021 10:36 WIB
Seniman Shamsia Hassani
Taliban berkuasa di Afghanistan Foto: Shamsia Hassani
Jakarta -

Di Afghanistan ada ketakutan dan kekhawatiran ketika Taliban mengambil alih negara itu, setelah 20 tahun. Perhatian utama khususnya untuk perempuan.

Bagaimana perempuan akan diperlakukan, mengingat kebrutalan yang telah mereka hadapi selama rezim Taliban berkuasa di era 2000-an. Shamsia Hassani, seniman jalanan perempuan pertama Afghanistan mengeluarkan emosinya jadi karya seni.

Ia telah menerbitkan serangkaian gambar memilukan di media sosialnya. Shamsia Hassani lahir sebagai pengungsi di Iran pada 1998, ketika Taliban menguasai Afghanistan.

[Gambas:Instagram]



Shamsia Hassani lantas kembali ke negara asalnya pada 2005, bertekad untuk bikin perbedaan. Harapannya dengan menggunakan seni bisa menutupi berbagai luka itu.

Shamsia Hassani menyelesaikan kuliah seni rupa di Universitas Kabul. Ia juga jadi bagian dari seniman jalanan yang berani membawa karya-karya tentang perempuan ke ruang publik.

Shamsia Hassani juga mendapat pujian sebagai contoh perempuan perintis Afghanistan baru. Dalam sebuah wawancara pada 2013, ia bicara tentang pilihannya membawa perempuan di garis depan karyanya.

"Di masa lalu, perempuan dikeluarkan dari masyarakat dan mereka ingin perempuan hanya tinggal di rumah dan ingin melupakan perempuan. Sekarang, saya ingin menggunakan lukisan saya untuk mengingatkan orang tentang perempuan," ungkapnya dilansir dari berbagai sumber.

"Saya telah mengubah citra saya untuk menunjukkan kekuatan wanita, kegembiraan wanita. Dalam karya seni saya, ada banyak gerakan. Saya ingin menunjukkan bahwa perempuan telah kembali ke masyarakat Afghanistan dengan bentuk baru yang lebih kuat. Bukan yang tinggal di rumah. Ini perempuan baru, perempuan yang penuh energi, yang ingin memulai lagi."

[Gambas:Instagram]



Kini, di tengah berkuasanya Taliban, perempuan sekali lagi dalam posisi genting. Shamsia Hassani pun mencurahkan itu dalam karya seninya yang gelap.

Dengan judul Death to Darkness and Nightmare, ia mencurahkan perermpuan diselimuti kegelapan. Para wanita dalam lukisannya berpakaian biru, di belakangnya ada banyak sosok berpakaian hitam membawa senjata api laras panjang.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan, perempuan akan dihormati di bawah kekuasaan mereka. Saat ini, menurut Associated Press, perempuan disuruh kembali ke sekolah dan bekerja, meskipun ada laporan yang bertentangan dengan pernyataan tersebut.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "Pendiri Taliban Bantah Diisukan Terbunuh Gegara Bentrok Internal"
[Gambas:Video 20detik]
(nu2/dar)