Mirriam Eka Trauma Gegara Pernah Digrepe Kakek-kakek

Tim detikcom - detikHot
Kamis, 22 Jul 2021 06:30 WIB
Potret Mirriam Eka yang senang kolaborasi dengan Ariel NOAH
(Foto: dok. Instagram @mariaeka_) Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat itu memberanikan diri untuk mengungkap pengalaman masa lalunya yang terbilang tidak menyenangkan.
Jakarta -

Mirriam Eka pernah menjadi korban pedofilia. Pelakunya adalah pria dewasa yang disebutnya sudah berambut putih seperti kakek-kakek.

Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat itu memberanikan diri untuk mengungkap pengalaman masa lalunya yang terbilang tidak menyenangkan. Lewat sebuah perbincangan dengan Gritte Agatha, dirinya membeberkan hal pahit yang pernah dirasakannya.

"Ceritanya tuh awalnya dulu aku kan anak tunggal, jadi selalu sendirian gitu lho kalau misalnya di rumah. Kan ibu aku kerja dan ayah aku kan pergi terus. Ayah aku kan anak band, jadi kerjanya tuh malem. Tapi kalau siang suka pergi-pergi. Terus aku karena suka sendirian di rumah, kadang-kadang suka diajak pergi ke temen-temennya, lah. Biasa kan bapak-bapak. Terus diajak pun suka dititipin ke warung tempat makan, ke temen-temennya, kayak gitu," kisah Mirriam Eka.

"Aku masih TK waktu itu, terus, sering dititipin ke dulu sih ada kayak warung gado-gado itu pokoknya. Di situ tuh ada salah satu temen ayah aku, udah tua gitu, kakek-kakek, rambutnya udah putih semua. Nah setiap aku ditinggal di situ tuh, si temen ayah aku ini malah suka nyamperin aku di situ. Terus aku dipangku, dipangku. Tapi, aku nggak ngerti dulu tuh kan awalnya. Dipangku terus dicium-cium gitu lho. Tapi, kan biasa ya kalau mungkin gemes-gemes kan nyium-nyium di sini (pipi) gitu. Tapi, kok nyium-nyiumnya tuh sampe ke sini-sini (leher), terus tangannya tuh suka masuk-masuk ke baju aku," lanjutnya.

Karena usianya yang terbilang masih kecil, dia tidak tahu apa-apa soal perilaku pedofilia itu. Namun dia mengaku saat itu kebingungan. Sampai akhirnya ada yang mengadu ke ayahnya dan pelaku sempat dipukuli.

Sayangnya, sang Ayah kala itu tidak terlalu memperhatikan kondisi mentalnya. Karena menurut cerita Mirriam Eka, beberapa lama setelah kejadian, orang yang sama muncul di rumahnya sebagai tamu. Kondisi hubungan Ayahnya dan orang tersebut pun dinilai baik-baik saja.

Pada saat itu, perasaan trauma Mirriam Eka mulai muncul. Ketika melihat orang itu datang ke rumahnya, dia kabur dan bersembunyi ke dalam lemari.

"Dulu itu inget banget, misalnya lagi lihat ke depan, (Ayah) sama siapa gitu, pas lihat ada si orang tua itu, aku langsung kaget, gemeteran seluruh badan, nangis, aku masuk ke dalam lemari. Lemari jati gede gitu, aku masuk aku tutup (pintu lemari), ya sebenarnya susah napas tapi aku bener-bener setakut itu. Geter semua, kayak bingung deh. Nangis gitu," ujarnya.

"Terus pas temen-temennya udah pulang, ayah aku nyariin. Dia buka lemari, terus dia nanya kenapa aku sembunyi. Ayahku nggak aware aku trauma. Tapi dia nganggepnya, nggak apa-apa itu temen ayah udah nggak apa-apa kok. Padahal harusnya kan, ngertiin ke akunya, harusnya malah ayahku yang kaget lihat aku sampe sembunyi di lemari. Mungkin orang dulu nggak aware sama yang gitu-gitu," lanjut Mirriam Eka.

Trauma masih dirasakan Mirriam Eka hingga kini. Namun karena dia sekarang harus tinggal sendiri, rupanya dia selalu berusaha melawan ketakutannya. Diakui teman duet Ariel NOAH itu, dia sampai takut naik taksi online terlebih kalau kondisinya harus berdua dengan driver.

Hingga kini kejadian itu masih membekas dalam dirinya. Bahkan dia masih mengingat wajah pelaku.

"Aku nggak tahu sih sebenarnya udah sembuh atau memang udah terbiasa, udah harus terbiasa, karena tuntutan diri sendiri. Sampe sekarang aku masih inget mukanya!" tutup Mirriam Eka.

(aay/nu2)