ADVERTISEMENT

Dituntut 2,5 Tahun Penjara, Mark Sungkar Sebut Dirinya Korban

Hanif Hawari - detikHot
Kamis, 01 Jul 2021 18:27 WIB
Permohonan Mark Sungkar jadi tahanan kota sudah dikabulkan.
Mark Sungkar dituntut 2,5 penjara. Foto: Pingkan/detikcom
Jakarta -

Sidang Mark Sungkar kembali bergulir di Pengadilan Tipikor Negeri Jakarta Pusat. Sidang beragendakan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Awalnya, sidang tuntutan Mark Sungkar sempat ditunda. Hal itu karena Jaksa Penuntut Umum belum siap.

Namun akhirnya sidang berjalan sore hari. Mark Sungkar pun dituntut 2 tahun 6 bulan karena kasus korupsi yang menjeratnya.

"Dituntut 2 tahun 6 bulan," kata Lily, Jaksa Penuntut Umum usai sidang saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (1/7/2021).

Seperti diketahui, Mark Sungkar didakwa oleh JPU melakukan perbuatan memperkaya diri, orang lain, dan korporasi melalui dana pelaksanaan kegiatan peningkatan prestasi olahraga nasional tahun anggaran 2018. Mark Sungkar juga didakwa membuat laporan keuangan fiktif.

Pada saat itu, Mark Sungkar menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia masa bakti 2015-2019. Perbuatan Mark Sungkar ini disebut jaksa telah merugikan negara senilai Rp 694.900.000.

Mark Sungkar didakwa melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 atau Pasal 9 juncto Pasal 18 ayat 1 huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999.

Mark Sungkar sebelumnya mengatakan dirinya hanya korban dalam kasus ini. Ia menegaskan yang seharusnya diusut adalah oknum di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

"Beliau secara pribadi sempat mengatakan kepada saya, kalau saya hanya sebagai korban. Kan disebutkan bahwa beliau mengatakan dasarnya bantuan itu untuk try in, try out. Kalau itu dijadikan dasar, tentu menjadi tidak jelas. Kalau try in bertanding di dalam negeri dan try out bertanding di luar negeri, bantuan untuk itu, sedangkan uangnya itu tidak ada. Jadi yang dirugikan siapa?" tanya Mark Sungkar.

"Untuk meningkatkan prestasi persiapan atlet Asian games, tetapi uangnya nol. Padahal kontraknya ada. Yang melanggar perjanjian bukan kami. Cabang Olahraga (Cabor) ini hanya korban dari oknum Kemenpora yang harusnya diusut," lanjutnya.



Simak Video "Mark Sungkar Jelaskan Kondisinya Usai Sembuh dari COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(hnh/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT