Cerita Vivi Zubedi Sukses Ekspor Tas Rajut Pengrajin Banjarbaru

Mauludi Rismoyo - detikHot
Senin, 07 Jun 2021 21:26 WIB
vivi zubedi
Cerita Vivi Zubedi Sukses Ekspor Tas Rajut Pengrajin Banjarbaru. (Foto: instagram @vivizubedidaily)
Jakarta -

Desainer Vivi Zubedi tengah berbahagia. Usahanya dalam menciptakan industri ekonomi kreatif baru berstandar internasional di Kota Banjarbaru membuahkan hasil.

Vivi Zubedi memperkenalkan sebuah produk baru yakni tas rajut asli buatan pengrajin lokal Kota Banjarbaru yang diberi nama Bhanjaruu Bags. Yang membahagiakan lagi buat istri Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, tersebut ialah tasnya telah dinyatakan lolos ekspor ke Singapura.

"Alhamdulillah tabarakallah ini kabar yang sangat menggembirakan bagi kita semua. Insyallah keberhasilan ini menjadi langkah besar kita untuk juga memperkenalkan Banjarbaru sebagai salah satu kota produksi rajutan ke level internasional," ujar Vivi kepada awak media.

Vivi Zubedi seakan tak butuh waktu lama untuk meraih keberhasilan di bidang ekonomi kreatif. Ia mengaku sejak menjadi Ibu Wali Kota akhir Februari 2021, dirinya begitu fokus menggali dan mencari potensi besar yang perlu dikembangkan di Banjarbaru.

Wanita bernama lengkap Vivi Mar'i Isa az-Zubedi itu menceritakan sempat heran kerajinan khas Banjarbaru tak dikelola baik. Ia pun langsung membenahi.

"Ketika awal masuk, saya melihat Banjarbaru tidak mempunyai kerajinan khas yang terkelola dengan baik. Bahkan ketika saya minta data, apa dan di mana saja titik-titik kerajinan khas di Kota Banjarbaru, kita tidak punya data yang terstruktur," tutur Vivi.

Vivi Zubedi bekerja keras untuk hal itu. Bersama dinas terkait, ibu tiga anak itu tak lelah turun langsung mendorong orang-orang yang punya keahlian di Banjarbaru.

"Alhamdulillah kita menemukan sejumlah warga yang memiliki keahlian, salah satunya keahlian merajut," kata Vivi.

vivi zubediVivi Zubedi senang tas rajut lokal lolos ekspor Singapura. Foto: dokumen pribadi

Vivi Zubedi memang begitu kesal karena pengrajin rajut di Banjarbaru tak diarahkan dengan baik sebelumnya. Padahal, lanjutnya, mereka dinilai punya kemampuan dan menghasilkan.

"Mereka merajut, tapi tidak tahu arah produk yang ingin dituju. Mereka juga jalan sendiri-sendiri, sehingga tidak terbentuk ekosistem ekonomi syariah. Padahal mereka punya kemampuan besar," ujar Vivi.

Pemilik brand busana muslimah VZ itu sampai akhirnya mengarahkan para pengrajin rajut membuat tas. Ia mengaku punya satu karya lokal lagi yang nanti bakal diinfokan.

"Untuk Bhanjaruu Bags ini saya arahkan desainnya ke konsep bohemian style. Pangsanya bagus di level internasional. Alhamdulillah kerja sama yang baik itu mulai berbuah manis. Tas rajutnya dinyatakan lolos untuk ekspor ke Singapura. Sebetulnya ada satu karya lagi, tapi nanti saja kita infokan lagi," tutur Vivi.

Vivi Zubedi mengaku ingin mengenalkan produk lokal di kancah dunia. Ia percaya dengan kerja sama hal itu bisa tercapai.

"Insyallah kita mampu mengglobalkan produk-produk lokal dengan penerapan ekosistem ekonomi syariah. Bekerja bersama-sama insyaallah," pungkasnya.

(mau/doc)