Sebelum Meninggal, Sapri Pantun Beri Anak dan Istri Uang untuk Beli Baju Lebaran

Pingkan Anggraini - detikHot
Jumat, 14 Mei 2021 20:25 WIB
Sapri Pantun
Sapri Pantun sebelum meninggal, sempat berikan uang untuk anak dan istri beli baju Lebaran Foto: dok. Instagram Sapri Pantun
Jakarta -

Sapri Pantun seperti sudah punya firasat akan meninggalkan anak dan istrinya. Sebelum kondisi kesehatannya memburuk dan meninggal, Sapri Pantun sudah mempersiapkan keperluan Lebaran anak dan istrinya.

Irma Suryatin, istri Sapri Pantun menceritakan gelagat sang suami sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit karena menglami hiperglukoma. Sapri Pantun masih sempat memberikan uang untuk sang istri dan anak-annaknya beli baju Lebaran.

"Iya kemarin waktu hari Selasa dia ngasih uang buat beli baju Kakak sama Dede, itu sebelum masuk ke rumah sakit," aku Irma, istri Sapri Pantun ditemui di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan.

Saat diberikan uang oleh Sapri Pantun, Irma Suryatin sempat merasa malas untuk pergi. Karena sudah hamil besar, Irma Suryatin sudah merasa kelelahan untuk berjalan.

"Saya bilang, 'Besok saja ya Pa, saya sekarang kurang sehat.' (Sapri bilang) 'Jangan, sekarang aja ya, kamu kuat kan?' 'Kuat sih.' Akhirnya ku beli baju dianterin sama adik aku ke pasar," ungkapnya.

Melihat dirinya akhirnya mau pergi ke pasar untuk belanja baju, Irma mengatakan Sapri Pantun terlihat bahagia. Irma masih ingat betul candaan Sapri Pantun yang dilontarkan untuk dirinya.

"Tiba-tiba dia bercandain, 'Tuh giliran mau ke pasar, aku disuruh bobo.' Dia masih bercanda begitu," tuturnya.

Namun, sepulang Irma belanja dari pasar, kondisi Sapri Pantun sudah lemas. Mulai dari situ, Sapri Pantun diminta untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter.

"Pas balik dari pasar dia sudah lemas," ungkap Irma Suryatin, istri Sapri Pantun.

Irma menceritakan selama hidup Sapri Pantun tidak ada riwayat sakit diabetes. Akan tetapi, kalau sesak napas Sapri Pantun pernah mengalami itu dan sudah mempunyai alat untuk menanggulanginya.

"Sebenernya kalau diabetes nggak ada yang tahu, kalau sesak napas dia karena kalau kecapekan dia punya alat uap sendiri buat pernapasannya. Jadi nggak boleh syuting sampai pagi. Tapi, dia tipikal orang yang semangat banget dalam bekerja, dia orang yang nggak pernah ngeluh. Selalu semangat dan malah dia selalu datang lebih dulu dari jam yang sudah ditetapkan, jadi biasanya dua atau tiga jam sebelumnya dia itu sudah di lokasi syuting," kenang sang istri perihal sosok Sapri Pantun.

Sang istri menceritakan, sebelum akhirnya sakit dan meninggal, Sapri Pantun terlihat sehat. Akan tetapi, beberapa waktu belakangan kondisi tubuhnya makin kurus.

"Sebelum sakit itu dia sehat banget, tapi tiba-tiba badannya kurus. Di situ saya tegur, 'Pa kok kamu kurusan?' 'Ya maklumlah Papa kan kerjanya malam.' Dia turunnya sampai delapan kilo dari 65 sampai 57," katanya.

"Dari dokter nggak dibilang kalau itu diabetes, kata dokter cuma kecapekan doang pada saat itu. Kemarin kan dia nggak puasa makanya minum obat terus, dia juga minta izin, 'Ma aku nggak puasa dulu ya, harus minum obat.' 'Iya nggak apa-apa yang penting kamu sehat terus.' Kalau tahun kemarin dia full puasa terus," tukas istri Sapri Pantun.



Simak Video "Sapri Pantun Akan Dimakamkan di Samping Pusara Sang Ibu"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/wes)