Bareng Tasya Kamila, Randi Bachtiar Cerita Awal Idap Kanker Kelenjar Getah Bening

Hanif Hawari - detikHot
Selasa, 11 Mei 2021 05:30 WIB
Randi Bachtiar dan Tasya Kamila
Randi Bachtiar Cerita Awal Idap Kanker Kelenjar Getah Bening. (Foto: Hanif Hawari)
Jakarta -

Randi Bachtiar divonis kanker kelenjar getah bening stadium 2. Sebelum penyakit itu diketahuinya, ada beberapa gejala yang dirasakan oleh suami Tasya Kamila itu.

Pada tahun 2019, Randi Bachtiar merasakan sesak napas. Namun ia masih berpikir positif tanpa ada rasa curiga sedikit pun.

"Gejalanya nggak ada yang berat atau gimana. Randi itu dari 2019 sempat training buat marathon. Kalau malam suka ngerasa sesak," ujar Tasya Kamila saat konferensi pers di rumahnya, di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Senin (10/5/2021).

"Kebangun, duduk sampai harus nunggu setengah jam buat ambil napas," lanjut Randi Bachtiar dalam kesempatan yang sama.

Tak hanya itu, Randi Bachtiar juga merasakan pegal-pegal. Keadaan pun semakin parah di tahun 2020.

"Kita nggak tahu kalau itu adalah sesuatu yang berbahaya atau apa. Kami pikir lagi banyak latihan lari saja. Selain itu pegal, tapi kan semua orang sering begitu. Sampai akhirnya di Oktober 2020 kemarin, Randi itu batuk," imbuh Randi Bachtiar.

Randi Bachtiar terus merasakan batuk kering hingga membuatnya terganggu. Ia pun langsung pergi ke dokter untuk berobat.

"Karena pandemi kan sering SWAB PCR dan negatif. Kami ke dokter THT juga, dikasih antibiotik sampai habis. Dokter THT bilang sudah nggak ada gejala infeksi lagi," papar Tasya Kamila.

Tiga minggu berjalan, Randi Bachtiar tiba-tiba saja mengalami batuk darah. Kondisinya memburuk hingga membuat Randi dilarikan ke rumah sakit.

"Terus sekali waktu, Randi keluar darah batuknya. Bukan dari muntah darah, cuma dahak keluar darah. Akhirnya ke dokter paru, di Rontgen, kelihatan ada massa di rongga dadanya Randi. Dokter paru akhirnya menyarankan CT scan dan baru jelas ada massa di rongga dada," ungkap Tasya Kamila.

Ukuran massa yang ditemukan cukup besar. Panjangnya mencapai 9,2 x 5,5 cm dan tebalnya 1 cm.

"Tapi kan kita nggak tahu massanya itu apa? Apakah tumor jinak, ini keganasan. Kalau tumor juga jenisnya apa. Akhirnya dilakukan biopsi. Biopsi itu di CT scan, karena ada di organ dada, jadi harus di-guide diambil pakai jarum untuk sampel," ucap Tasya Kamila.

Hasil biopsi menunjukkan tumor tersebut berjenis timoma. Randi Bachtiar kemudian dioperasi untuk mengangkat tumornya.

"Awalnya terdiagnosis dengan timoma. Itu penanganannya harus dioperasi, bedah thorax. Mau lebih tahu sebenernya apa, harus dioperasi dan massanya diteliti lab," pungkasnya.

(hnh/mau)