Ayu Azhari Siap Jadi Duta Budaya dan Ingin Promosikan Tenun NTT

Desi Puspasari - detikHot
Rabu, 24 Mar 2021 14:20 WIB
Ayu Azhari
Ayu Azhari siap jadi duta budaya dan promosikan tenun NTT Foto: Gus Mun/detikHOT
Jakarta -

Ayu Azhari sudah sering membawa tenun Nusa Tenggara Timur (NTT) ke dunia fashion internasional. Pada akhir 2019, Ayu Azhari membawa tenun NTT ke London, Inggris.

Tidak hanya itu, Ayu Azhari juga membawa tenun NTT ke berbagai pameran budaya di Eropa.

"Saya sendiri punya bentuk kepedulian tersendiri soal tenunan ini. Saat tenunan daerah NTT menjadi berita nasional sejak satu dekade lalu, saya turut serta mempromosikan sampai ke kota-kota penting di mancanegara. Salah satunya dalam tour dan diplomasi budaya ke London di mana saya mempromosikan ciri khas tenunan daerah," cerita Ayu Azhari berbicara di Wa Biner Exotic Tenun Fest 22-24 Maret di Kupang NTT dalam siaran pers yang didapat detikcom.

Dalam kesempatan ini, Ayu Azhari dipertemukan oleh Julie Sutrisno Laiskodat, istri Gubernur NTT, Dr. Victor Laiskodat dan Ricky perwakilan Bank Indonesia. Pembicaraan ini dimasukan dalam sesi talk show UMKM Tenun Goes Digital Business Matching. NTT dipuji Ayu Azhari sebagai pusat tenun di Indonesia.

Tak dipungkiri kini tenun dan NTT bisa dibilang sudah mendunia. Produk lokal seperti tenun banyak mencuri perhatian para turis dan bisa menjadi lahan yang sangat menguntungkan untuk promosi.

"Kain tenun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat NTT dan dunia," pujinya.

"Sudah waktunya kita promosikan produk dan karya yang bervisi etnik seperti tenunan ini. Saya tahu produk tenunan lokal banyak digemari turis-turis mancanegara karena enak dipakai baik dalam bentuk sarung, baju, maupun jadi topi, dan bentuk karya lainnya," jabar Ayu Azhari.

Ayu Azhari menilai NTT sangat mumpuni menjadi pusat perhatian dunia. Selain alam yang indah, budaya, Ayu Azhari yakin tenun bisa terus dikenal dan membuatnya sangat siap menjadi duta tenun.

"Sudah lama NTT menjadi pusat dunia, tipe masyarakat yang religius, dengan mayoritas penganut agama yang taat, juga mempunyai pusat pendidikan teknologi yang terbaik, berkelas dunia di tanah Flores. Nah, modal ini bisa dikembangkan lebih lanjut dari religious diplomacy kepada new global challenges dalam UMKM Goes Global itu," ungkapnya.

"Disamping itu, NTT ini memiliki budaya tinggi, yang tercermin dalam produk tenun. Jadi NTT adalah pusat peradaban tenun di Indonesia. Saya siap untuk menjadi duta budaya mempromosikan karya tenun masyarakat Nusa Tenggara Timur," tegas Ayu Azhari.

Ayu AzhariAyu Azhari wabinar bersama dengan istri GUbernur NTT, Julie Sutrisno Laiskodat Foto: dok. Pribadi Ayu Azhari

Ayu Azhari juga mengikutsertakan anak-anaknya untuk belajar untuk jadi pengusaha. Banyaknya potensi di Indonesia, seperti tenun yang dihasilkan oleh tangan-tangan penenun wanita di NTT, itu bisa jadi salah satu barang yang sangat berharga untuk ditawarkan.

"Sebagai ibu, saya mendidik anak-anak dengan jiwa enterpreneur agar kelak menjadi mandiri. Kemandirian generasi merupakan potensi bangsa ini. Visi pemerintahan Jokowi adalah diplomasi perdagangan dan bisnis di negara-negara utama dan negara industri maju. Kita dorong pengusaha kecil menengah go global melalui peranan pemerintah daerah dan pemerintah pusat," ucap Ayu Azhari semangat.

Julie Sutrisno Laiskodat juga sudah mempromosikan sejak tahun lalu ia sudah mempromosikan kain tenun tradisional NTT ke berbagai event bergengsi di Eropa dan Amerika.

Diawali pada September 2017, kain tenun asal NTT untuk pertama kali tampil dalam pagelaran tunggal Couture New York Fashion Week. Julie Sutrisno Laiskodat juga ikut menyumbangkan karya-karyanya. Selain berstatus istri gubernur NTT, Julie juga dikenal sebagai desainer busana tenun asal Indonesia.

Pada 27 Februari-6 Maret 2018, Julie kembali membawa kain tenun ke Paris Fashion Week 2018 di Paris. Saat itu, Julie bersama LeVico (butik miliknya), memamerkan 18 desain busana dengan sentuhan tenun dari Sabu, Rote, dan Alor.

Simak juga 'Cantiknya Futus-Taesmaneh, Kain Tenun Khas Suku Umamae Malaka':

[Gambas:Video 20detik]



(pus/wes)