Tragis! Monica Indah Jadi Korban Filler Payudara Abal-abal

Mauludi Rismoyo - detikHot
Senin, 15 Mar 2021 19:04 WIB
Monica Indah
Monica Indah Jadi Korban Klinik Kecantikan. (Foto: dokumen pribadi)
Jakarta -

Model Monica Indah tengah ramai dibicarakan di Instagram. Ia mengaku menjadi korban klinik kecantikan.

Kepada detikcom, Monica Indah menceritakan kasus yang menimpanya. Model seksi itu merasa telah jadi korban filler payudara abal-abal.

"Jadi aku tuh kenal dari selebgram kaya gitu. Aku nggak mungkin ketipu dong kalau dia pakai abal-abal karena teman aku kaya," ujar Monica.

Monica Indah tergiur melihat hasil temannya yang sukses filler bagian bokong. Sampai wanita kelahiran 30 April 1998 itu melakukan tindakan di payudaranya pada 15 November 2020.

Namun yang terjadi, tiga minggu kemudian Monica Indah merasakan sakit di bagian tersebut. Ada benjolan di payudaranya.

"Aku ngerasa ada benjolan, aku pijat-pijat, tapi besokannya aku demam, nyut-nyutan, perihnya makin menjadi, merah dan memanas. Demam aku sampai 37-39. Aku minum obat sampai nggak ngefek," tutur Monica.

Lalu Monica Indah ke rumah sakit dan didiagnosa mastitis. Sampai ia akhirnya di operasi.

"Terus aku masuk rumah sakit pertama kali tanggal 8 Desember, terus didiagnosa mastitis payudara karena cairan filler. Aku demam lagi tanggal 16 Desember dan aku perih banget. Di payudara kanan doang yang sakit. Aku operasi pada tanggal 24 Desember," kata Monica.

Monica IndahMonica Indah korban filler payudara. Foto: dokumen pribadi

Setelah operasi, Monica Indah mengaku tak kunjung membaik.

"Setelah dioperasi belum kunjung membaik. Malah ada kebocoran di bagian itu. Aku operasi lagi kedua untuk penyembuhan. Sekarang masa penyembuhan tiap dua hari sekali perawat datang. Sekarang kondisinya tinggal masa penyembuhan," ujarnya.

Monica Indah mengaku menyesal melakukan filler payudara. Ia merasa kini bagian tubuhnya itu tak lagi indah.

"Aku merasa kurang edukasi. Pas lihat teman aku yang selebgram jadi bagus. Aku nggak tahu bahayanya filler ini. Aku nyesel seumur hidup karena sudah nggak bagus lagi, sudah cacat, sudah nggak indah," pungkasnya.

(mau/nu2)