Monica Muller Niat Banggakan Orang Tua, Cuma Mau Kerja Halal

Mauludi Rismoyo - detikHot
Minggu, 14 Mar 2021 22:02 WIB
Pose menggoda Monica Muller
Foto: dokumen pribadi Monica Muller
Jakarta -

Monica Muller kerap berpenampilan seksi. Artis muda itu tak menampik kerap ditawar yang aneh-aneh.

Monica Muller menegaskan ogah menerima pekerjaan tak halal dan yang merusak imejnya. Sebab dara keturunan Jerman itu ingin membanggakan orang tuanya.

"Tujuan saya dari Bali ke Jakarta cari pekerjaan yang halal dan memang mau banggain orang tua," ujar Monica kepada detikcom saat dihubungi.

Monica Muller mengatakan selama ini tak curhat ke ayah dan ibunya soal kerap mendapat tawaran nakal. Bintang sinetron Pengantin Dini itu tak mau mereka stres.

"Nggak pernah curhat sih aku, karena nggak mau orang tua kepikiran," tutur Monica.

Pose menggoda Monica MullerMonica Muller Niat Banggakan Orang Tua, Cuma Mau Kerja Halal Foto: dokumen pribadi Monica Muller

Di sisi lain, Monica Muller memahami risiko atas penampilan seksinya. Namun cewek 19 tahun itu meminta para netizen untuk tak menilainya buruk karena tampilan luar saja.

"Jangan marah sama yang ngatain, aku ambil risikonya, aku tunjukin pakai cara lain, mau aku pakai bikini, aku pakai baju terbuka, mau ngatain gimana pun, tapi aku tunjukin aku sukses, don't judge people by the books," kata Monica.

Pengalaman Digoda Gadun

Monica Muller sebelumnya sempat cerita pernah digoda gadun. Momen itu, katanya, terjadi saat dirinya berada di sebuah restoran.

Kala itu Monica Muller mengaku tak berpakaian terbuka. Namun ia heran ada om-om nakal menghampirinya.

"Nggak tahu penampilan aku nggak terbuka banget cuma tank top, celana panjang, tapi nggak tahu kenapa orang begitu," ujarnya.

Monica Muller mengatakan gadun itu sampai menanyakan bayaran. Dara kelahiran 29 Juli 2001 itu mengaku sempat ditawar Rp 50 juta.

"Secara langsung pernah pas lagi makan di restoran sama teman-teman terus aku ke toilet ada gadun nyolek aku. Dia nanya boleh minta nomor HP nggak, terus dia bilang kamu mau berapa, mau dibayarin semua. Aku kaget, hah bayar apa. Dia tetap usaha kasih kertas, nulis Rp 50 juta per bulan mau nggak," tuturnya.

(mau/dar)