Murka Disebut Pelakor dan Dilecehkan, Dewi Perssik Ingatkan Artis Juga Manusia

Desi Puspasari - detikHot
Senin, 01 Mar 2021 20:03 WIB
Dewi Perssik marah ada netizen tak senonoh kepadanya
Dewi Perssik murka disebut pelakor. Foto: Desi/detikHOT
Jakarta -

Dewi Perssik murka ketika menemukan akun-akun yang menghujatnya dengan kata-kata tak senonoh. Akan tetapi, Dewi Perssik belum mau melaporkan ke polisi meski akun-akun tersebut sudah mengeluarkan ancaman.

"Bukan tidak mau melaporkan, saya lagi tunggu. Sejauh mana. Saya rasa ada waktu dimana harus bertindak. Saya juga punya perasaan. Kalau sedikit-sedikit cari masalah. Kalau mau exis di dunia entertainment harus punya skill. Kalau nebeng terus orang seperti itu saya yakin nggak akan lama," kata Dewi Perssik ditemui di gedung Transmedia, Jakarta Selatan, Senin (1/3/2021).

Dewi Perssik beberapa kali meluapkan kekesalannya di media sosial. Sampai akhirnya banyak anggapan dirinya bisa memancing popularitas seseorang yang ingin terkenal.

Tapi, menurut Dewi Perssik dirinya pribadi tidak mudah untuk mengendalikan emosi.

"Banyak orang bilang begini, 'Yang penting lo bisa mengendalikan emosi.' Gampang banget (ngomong gitu). Mungkin kalau artis Korea sudah bunuh diri," tukas Dewi Perssik.

"Kalau saya, mendingan saya ngomong, setelah itu saya lega. Saya manusia biasa dengan fisik yang bisa menghibur orang. Jadi kalau misalnya gue tidak bunuh diri ya alhamdulilah karena mungkin banyak keluarga yang sayang sama gue," imbuhnya.

Dewi Perssik geram lantaran ada oknum yang terus mengirimkan pesan tak senonoh. Isi pesan-pesan tersebut mulai dari menghujat dirinya sebagai pelakor kelas atas, mengancam akan membunuh, sampai nekat memperlihatkan alat kelaminnya dengan mengirimkan foto ke Dewi Perssik

Setelah dirinya mengunggah akun-akun yang menghujatnya seperti itu, Dewi Perssik mengatakan sudah ada beberapa yang mengucapkan permintaan maaf.

"Sudah ada lima akun (yang minta maaf). Cuma tidak semua aku taruh (di feed Instagram) karena masih anak-anak kecil. Kalau sudah dewasa saya taruh, karena anak anak itu masih SMA kalau saya nggak taruh minimal dia dapat didikan dari orang tuanya. Kalau saya taruh berarti saya jahat dong karena masa depannya masih panjang," jelas Dewi Perssik.

Sebagai public figure, Dewi Perssik juga punya rasa lelah. Setiap hari harus bergoyang demi menghibur dan mendapat uang dari pekerjaan halal, Dewi Perssik juga merasakan capek.

Dewi Perssik berharap tak ada lagi netizen-netizen yang nyinyir dan sangat mudah mengetik kata-kata kasar lewat media sosial.

"Intinya adalah semua profesi sama aja. Jangan karena profesinya seorang presiden, artis, jabatannya atau apalah, kalian dengan seenaknya menggunakan jari untuk ngatain orang, judge orang, menghakimi. Nanti kalau dipenjara (menghujat lagi), 'Mentang-mentang kaya lo masukin orang yang nggak punya (uang).' Pasti begitu," ungkapnya.

"Sekarang kalau dirinya merasa nggak punya harta jangan sampai miskin akhlak. Orang pintar banyak, tapi orang beretika bisa dihitung. Zaman sekarang zaman milenial lebih mengedepankan estetika dari pada etika," tutup Dewi Perssik.

(pus/dar)