2020 Tahun Terberat Bams, Divonis Kanker dan Bisnis Tutup 7 Bulan karena Corona

Desi Puspasari - detikHot
Rabu, 24 Feb 2021 15:04 WIB
Bams saat datang ke kantor detikcom.
Bams cerita lewati tahun 2020 dengan banyak cobaan Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Jakarta -

Tahun lalu Bams menilai adalah tahun terberat untuknya. Divonis kanker, Bams juga harus rela mendapati bisnis-bisnisnya ditutup karena pandemi Corona.

"Banget (tahun lalu terberat), berat banget tahun lalu. Ini sudah ganti tahun, tahun lalu itu jadi cerita," ungkap Bams saat berbincang dengan detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (24/2/2021).

Bams melihat ujian dan cobaan yang dialami sangat bertubi-tubi. Semua datang bersamaan dan tak terduga dalam hidup Bams.

"Karena bertubi-tubi (jadi berat). Tapi, kalau secara terpisah, saya nggak mengalaminya bareng-bareng mungkin saya bisa handle ya. Jadi kan ini karena bareng-bareng ya," tuturnya.

"Saya kena cancer, itu saya mengetahui bisnis saya ditutup saya di rumah sakit. Ditutup bulan Maret, bisnis saya for your information, dua bisnis besar saya nggak buka 7 bulan," tukas Bams.

Bams memilih untuk mengikuti anjuran pemerintah demi mengurangi penyebaran COVID-19 di Jakarta. Tujuh bulan tutup, berimbas pada bisnisnya.

"Karena kami juga warga negara baik kami nggak mau curi-curi (buka) kami mau berlaku baik sebagai warga negara ya kami benar-benar tutup tujuh bulan. Tujuh bulan nggak buka, kita cabang ada puluhan nggak buka 7 bulan," ungkapnya.

"Memang lumayan bukan saya doang, memang menyiksa bukan cuma untuk employee saya, untuk partner-partner saya lumayan parah karena memang lumayan berat. Kalau Corona tambah banyak karena kita, kita juga bukan manusia baik dong," tambah Bams.

Imbas pandemi Corona, bisnis Bams juga mau tidak mau melakukan pengurangan karyawan. Sekarang Bams bersyukur bisnisnya mulai kembali bangkit.

"Kita kebetulan dibilang kecil tidak, dibilang besar juga tidak. Jadi company kami sudah menuju besar, employee sudah banyak. Puji tuhan partner saya tipenya lebih sayang sama sekitar. Kalau kami mungkin masih bisa makan, tapi kan ada orang-orang yang mengandalkan gaji untuk makan," ceritanya.

"Sekarang senangnya employee menghargai kami. (Bisnis mulai buka) perlahan juga. Kalau langsung buka semua, nanti tutup lagi kasihan pegawainya lagi. Satu-satu kita buka step by step," tegas Bams.

Saksikan juga 'Cerita Bams Eks Samsons Duet Bareng dengan Ibunda':

[Gambas:Video 20detik]



(pus/dar)