Ngobrol Bareng Ahli, Zaskia-Syahnaz Kupas Tuntas Mitos Seputar MPASI

Jihaan Khoirunnisaa - detikHot
Jumat, 05 Feb 2021 21:22 WIB
Cerelac
Foto: Cerelac
Jakarta -

Saat Si Kecil memasuki usia enam bulan, tentu orang tua sudah semakin rajin mencari informasi seputar pemberian makanan pendamping ASI atau MPASI. Mulai dari memanfaatkan platform pencarian di internet, media sosial, hingga bertanya pada keluarga dan teman.

Namun, jangan asal percaya karena tidak semua informasi yang beredar terbukti kebenarannya. Sebab, beberapa di antaranya hanya mitos belaka yang belum tentu benar. Malah, dengan menerapkan beberapa hal tadi bisa berisiko membahayakan tumbuh kembang anak.

Supaya nggak keliru, kali ini artis cantik Zaskia Adya Mecca dan Syahnaz Sadiqah hadir dalam acara CERELAC MPASI Festival yang digelar secara daring (29/1), untuk berbincang dan bertanya langsung dengan ahlinya terkait informasi yang beredar seputar pemberian MPASI bayi. Apa saja ya?

MITOS 1. Hindari Seafood, Bisa Alergi

Makanan laut atau seafood memiliki kandungan gizi yang luar biasa bagi Si Kecil, di antaranya protein dan omega 3 yang baik untuk mendukung perkembangan otak anak di masa emasnya. Namun, apakah seafood untuk MPASI cocok diberikan pada Si Kecil?

dr. Margareta menyampaikan pemberian seafood dalam makanan pendamping ASI boleh saja selama tidak muncul tanda-tanda alergi pada anak.

"Boleh-boleh aja sih. Jadi sejauh ini rekomendasi dari WHO setiap hari anak-anak harus mendapat protein hewani sesering mungkin. Bisa dari seafood kan seafood tuh enak tuh, udang, cumi, rasanya manis sama mengandung nutrisi lebih," terangnya.

"Tapi memang benar masalah alergi, selama dia belum ada tanda-tanda alergi dan belum pasti alergi, coba dikasih dulu aja. Kalau memang muncul tanda alergi ya kita hindari untuk waktu tertentu, nanti bisa dicoba lagi," imbuhnya.

MITOS 2. Beri Tambahan Madu Supaya Lebih Enak

Terkadang, Si Kecil mungkin menolak MPASI yang telah disiapkan. Sehingga, untuk menyiasatinya orang tua pun memberi tambahan madu agar rasanya lebih lezat. Padahal, meski baik untuk kesehatan, namun madu tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 1 tahun.

Pedoman inilah yang diikuti oleh Zaskia Mecca setelah berkonsultasi dengan dr. Margareta, sehingga ia memutuskan untuk tidak memberi tambahan madu dalam menu MPASI anak.

"Aku jujur ya, semua anak aku itu adalah pasien dokter Ata. Jadi aku sudah diedukasi dulu oleh dokter Ata," kata Zaskia.

Terkait hal ini, dr. Margareta pun menjelaskan bahwa madu mengandung bakteri Clostridium botulinum. Bakteri ini jika masuk ke dalam tubuh akan memproduksi racun yang berbahaya bagi kesehatan Si Kecil.

"Nah untuk bayi di bawah 1 tahun, bakteri itu bisa memproduksi toksin atau racun yang membahayakan kesehatan bayi. Jadi bukan malah efek positif, justru efek negatif," papar dr. Margareta.

Nah, itulah tadi beberapa mitos seputar MPASI yang sering disalahpahami oleh para orang tua.

Setelah mengupas tuntas terkait mitos-mitos MPASI yang beredar, acara CERELAC MPASI Festival dilanjutkan dengan penjelasan dari VP Head of Baby Food Brand Nestle Indonesia seputar produk terbaru dari CERELAC, yakni CERELAC Homestyle Meals.

Terkait hal ini, VP Head of Baby Food Brand Nestle Indonesia, Intan Nurmala merinci kandungan dari masing-masing produk CERELAC Homestyle Meals, baik yang varian Tim Ayam Wortel maupun Tim Sayur. Hal ini untuk menjawab pertanyaan yang sempat jadi perdebatan antara Zaskia dan Syahnaz di laman Instagram mereka beberapa waktu lalu.

Intan menjelaskan bahwa semua varian CERELAC Homestyle Meals memiliki kandungan gizi yang baik untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil. Rasa dari CERELAC Homestyle Meals ini gurih nikmat dan bertekstur pas untuk Si Kecil yang sedang belajar mengunyah, sehingga bisa menggugah selera makan nya sebagai langkah awal untuk petualangan kuliner Si Kecil selanjutnya

"Jadi isinya sama, nutrisinya sama, yang beda cuma rasanya aja. Tinggal pilih sesuai selera, Si Kecil suka yang sayur atau yang ayam wortel," pungkasnya.

#CERELAC

#HomestyleMeals

#SemangkukNutrisiPenuhKebaikan

#TeksturPasLebihGurihNikmat

@cerelacindonesia

(ega/ega)